Konflik Internal Hanura, Wiranto Diharapkan Bisa Jadi Penengah
Rabu, 17 Januari 2018 - 15:42 WIB
Konflik Internal Hanura, Wiranto Diharapkan Bisa Jadi Penengah
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto diharapkan bisa menyikapi secara bijak terkait konflik internal yang dihadapi partainya.
Hal ini dikatakan Ketua DPP Hanura K Wirawan. Menurutnya, sosok Wiranto dihnilai bisa menjadi penengah dan menyelesaikan persoalan ini.
"Saya meminta kepada Ketua Dewan Pembina agar dapat bersikap netral sesuai dengan hasil Munaslub Partai Hanura di Bambu Apus beberapa waktu lalu," kata Wirawan dalam siaran pers, Rabu (17/1/2018).
"Di mana secara aklamasi menetapkan Oesman Sapta sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura dan seharusnya Pak Wiranto bersikap tegas terhadap situasi ini," tambahnya.
Wirawan menilai, polemik yang terjadi di partainya akibat adanya sekelompok orang yang tidak sabar dan berpikir sempit. Akibatnya kata dia, sehingga tidak puas dengan kebijakan yang dikeluarkan Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO).
"Padahal partai yang dipimpin oleh Ketua Umum Oesman Sapta memiliki akselerasi yang sangat tinggi. Disinyalir kelompok ini merupakan kelompok antiperubahan, padahal OSO merupakan sosok yang membawa perubahan di partai ini," tandasnya.
Wirawan berharap konflik ini dapat diselesaikan dengan baik, dan semua pihak mematuhi apa yang diputuskan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhunkam).
Hal ini dikatakan Ketua DPP Hanura K Wirawan. Menurutnya, sosok Wiranto dihnilai bisa menjadi penengah dan menyelesaikan persoalan ini.
"Saya meminta kepada Ketua Dewan Pembina agar dapat bersikap netral sesuai dengan hasil Munaslub Partai Hanura di Bambu Apus beberapa waktu lalu," kata Wirawan dalam siaran pers, Rabu (17/1/2018).
"Di mana secara aklamasi menetapkan Oesman Sapta sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura dan seharusnya Pak Wiranto bersikap tegas terhadap situasi ini," tambahnya.
Wirawan menilai, polemik yang terjadi di partainya akibat adanya sekelompok orang yang tidak sabar dan berpikir sempit. Akibatnya kata dia, sehingga tidak puas dengan kebijakan yang dikeluarkan Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO).
"Padahal partai yang dipimpin oleh Ketua Umum Oesman Sapta memiliki akselerasi yang sangat tinggi. Disinyalir kelompok ini merupakan kelompok antiperubahan, padahal OSO merupakan sosok yang membawa perubahan di partai ini," tandasnya.
Wirawan berharap konflik ini dapat diselesaikan dengan baik, dan semua pihak mematuhi apa yang diputuskan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhunkam).
(maf)