Konflik Internal, Elektabilitas Hanura Bakal Melorot di Pilkada
Selasa, 16 Januari 2018 - 08:05 WIB
Konflik Internal, Elektabilitas Hanura Bakal Melorot di Pilkada
A
A
A
JAKARTA - Perseteruan Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dengan Sekjennya Sarifuddin Suding bakal mempengaruhi elektabilitas kandidat calon kepala daerah yang diusungnya di Pilkada Serentak 2018. Sedikit atau banyak masyarakat akan terpengaruh dengan konflik internal tersebut.
"Kalau masalah ini (konflik internal Hanura) tidak segera diselesaikan maka pengaruh elektabilitas itu pasti ada, bisa menurun. Tapi menurunnya seberapa bisa sedikit atau banyak," kata pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, Selasa (16/1/2018).
Emrus menjelaskan, tidak sedikit masyarakat yang menjatuhkan pilihannya itu berdasarkan partai pengusungnya, sehingga apabila pasangan kandidat itu diusung oleh partai tertentu yang sedang bermasalah maka ia akan mengalihkan pilihannya kepada kandidat lainnya yang diusung oleh partai yang tidak bermasalah.
"Kalau tidak segera diselesaikan pasti akan mempengaruhi, banyaknya atau sedikitnya yang tahu lembaga survei karena masyarakat akan menilai bahwa Partai Hanura yang mengusung sedang bermasalah. Sedikit atau banyak sangat tergantung dari pada tingkat kepedulian masyarakat mengikuti berita," lanjut Emrus.
Emrus mengingatkan agar Ketua Dewan Pembina Hanura Jenderal TNI (Purn) Wiranto segera mengambil langkah untuk memediasi dua kadernya yang terlibat konflik tersebut. Mengingat Pilkada 2018 sudah dimulai, kalau tidak Hanura akan kehilangan kesempatan untuk merebut kemenangan di momentum lima tahunan itu.
"Kalau kita melihat hari ini, konflik yang terjadi di internal Hanura harusnya Wiranto segera pertemukan dua tokoh ini, mendiskusikan apa yang terbaik mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di internal sehingga keutuhan Hanura tetap terjaga," pungkasnya.
"Kalau masalah ini (konflik internal Hanura) tidak segera diselesaikan maka pengaruh elektabilitas itu pasti ada, bisa menurun. Tapi menurunnya seberapa bisa sedikit atau banyak," kata pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, Selasa (16/1/2018).
Emrus menjelaskan, tidak sedikit masyarakat yang menjatuhkan pilihannya itu berdasarkan partai pengusungnya, sehingga apabila pasangan kandidat itu diusung oleh partai tertentu yang sedang bermasalah maka ia akan mengalihkan pilihannya kepada kandidat lainnya yang diusung oleh partai yang tidak bermasalah.
"Kalau tidak segera diselesaikan pasti akan mempengaruhi, banyaknya atau sedikitnya yang tahu lembaga survei karena masyarakat akan menilai bahwa Partai Hanura yang mengusung sedang bermasalah. Sedikit atau banyak sangat tergantung dari pada tingkat kepedulian masyarakat mengikuti berita," lanjut Emrus.
Emrus mengingatkan agar Ketua Dewan Pembina Hanura Jenderal TNI (Purn) Wiranto segera mengambil langkah untuk memediasi dua kadernya yang terlibat konflik tersebut. Mengingat Pilkada 2018 sudah dimulai, kalau tidak Hanura akan kehilangan kesempatan untuk merebut kemenangan di momentum lima tahunan itu.
"Kalau kita melihat hari ini, konflik yang terjadi di internal Hanura harusnya Wiranto segera pertemukan dua tokoh ini, mendiskusikan apa yang terbaik mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di internal sehingga keutuhan Hanura tetap terjaga," pungkasnya.
(maf)