Jokowi Ajak Rimbawan UGM Atasi Belum Optimalnya Pengelolaan Hutan

Selasa, 19 Desember 2017 - 18:44 WIB
Jokowi Ajak Rimbawan...
Jokowi Ajak Rimbawan UGM Atasi Belum Optimalnya Pengelolaan Hutan
A A A
SLEMAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para rimbawan (sebutan civitas akademi Fakultas Kehutanan UGM) dapat mengoptimalkan pengelolaan hutan di Indonesia. Baik hutan sebagai konservasi maupun menjadi sumber pemasukan.

Ini karena Kementerian Kehutanan dan Perhutani belum mampu mengelola hutan secara maksimal. Bahkan hasilnya belum sebanding dengan anggaran. Terbukti meski anggaran yang dikeluarkan mencapai triliun setiap tahun, tetapi belum ada hasilnya.

“Wanagama dulunya merupakan lahan tandus yang kemudian diubah menjadi hutan konservasi dan edukasi di bawah pengelolaan UGM,” ujar Jokowi saat menghadiri acara Temu Kangen Rimbawan Bulaksumur, di Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta, Selasa (19/12/2017).

Menurut Jokowi, dengan anggaran yang besar seharusnya Kementerian Kehutanan bisa membangun hutan seperti Wanagama. Jika tidak maka hutan konservasi makin digerogoti dan lama kelamaan akan habis.

Karena itu, Jokowi mengajak masyarakat kehutanan untuk turut memikirkan solusi bagi persoalan ini dan memberikan kontribusi bagi pengelolaan sumber daya hutan Indonesia. “Saya mengusulkan pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat, yaitu dengan memberikan lahan bagi warga sekitar hutan untuk dikelola,” terang Jokowi di hadapan para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta alumni Fakultas Kehutanan UGM.

Jokowi menambahkan, hal ini yang harus jadi pemikiran Fakultas Kehutanan UGM, bagaimana ada sebuah contoh dari hulu sampai hilir dikerjakan dan betul-betul rakyat bisa menikmati. Sebagaimana pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas-Ngandong seluas sekitar 10.901 hektar yang diberikan pemerintah untuk dikelola Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 2016 silam.

“Tidak usah pikir industri, dari hutan saja kita bisa tiru kita sudah betul-betul makmur,” tandasnya.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Budiadi mengatakan secara fisik kampus Fakultas Kehutanan sudah banyak yang berubah. Namun, satu yang tidak berubah, yaitu tetap komitmen mencetak rimbawan yang berkarakter dan berintegritas serta setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(kri)
Berita Terkait
Mengenal Fakultas Kehutanan...
Mengenal Fakultas Kehutanan UGM, Tempat Jokowi Kuliah
Presiden Yakin UGM Bisa...
Presiden Yakin UGM Bisa Kembangkan Inovasi Kemajuan Kehutanan Indonesia
Jokowi Cabut Izin Jutaan...
Jokowi Cabut Izin Jutaan Hektare Sektor Kehutanan
Jokowi Berangkat ke...
Jokowi Berangkat ke Yogyakarta, Hadiri Reuni di Fakultas Kehutanan UGM
Jokowi Tegaskan Pemulihan...
Jokowi Tegaskan Pemulihan Lingkungan Harus dengan Aksi Nyata
Dicanangkan Jokowi,...
Dicanangkan Jokowi, Ary Ginanjar Apresiasi Berakhlak Bergulir di KLHK
Berita Terkini
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved