Gatot Nurmantyo Sebut Pergantian Panglima TNI Urusan Presiden

Sabtu, 25 November 2017 - 02:29 WIB
Gatot Nurmantyo Sebut...
Gatot Nurmantyo Sebut Pergantian Panglima TNI Urusan Presiden
A A A
MALANG - Segera berakhirnya masa jabatan Panglima TNI, pada bulan Maret 2018 mendatang. Tidak dirisaukan oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Meskipun kalangan DPR, sudah mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi), segera mengusulkan nama penggantinya.

Saat ditemui seusai memberikan kuliah terbuka di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Gatot menyatakan, pergantian Panglima TNI, merupakan urusan Presiden. "Itu urusannya Presiden," ujarnya singkat, di Malang, Jumat (24/11/2017).

Terkait adanya desakan dari DPR RI, agar segera ada usulan nama pengganti Panglima TNI. Termasuk, munculnya wacana penggantinya berasal dari TNI AU, atau TNI AL. Gatot mempersilakan saja ada wacana itu. "Silakan saja ada wacana-wacana itu," imbuhnya.

Selain persoalan pergantian Panglima TNI. Gatot juga menyampaikan, saat ini tim gabungan Polri, dan TNI, terus melakukan upaya pengejaran kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. "Kami terus melakukan pengejaran," tegasnya.

Saat memberikan kuliah terbuka, Gatot berharap, para mahasiswa bisa menjaga keutuhan persatuan Indonesia. Jangan sampai, di Indonesia, terjadi perang antar suku, agama, dan kelompok, karena ini akan menghancurkan Indonesia, dan menguntungkan banyak pihak lain yang mengincar kekayaan sumber daya Indonesia.

Potensi Indonesia, menurutnya sangat luar biasa. Baik potensi sumberdaya alam, manusia, maupun populasi digitalnya. Berdasarkan data yang didapatkannya, sebanyak 132,7 juta penduduk Indonesia, menggunakan internet. Sebanyak 106 juta penduduk, menggunakan media sosial.

Sementara, ada sebanyak 92 juta penduduk yang menggunakan telepon seluler. Tetapi, jumlah tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan nomor telepon yang aktif, yakni mencapai sebanyak 371,4 juta nomor.

Menurut Gatot, perang yang terjadi saat ini bukan merupakan perang linier. Tetapi, satu pihak menggunakan pihak lain untuk berperang menggunakan segala aspek. "Hal ini bisa ditangkal dengan kekuatan budaya, tardisi, moral, dan akhlak. Karena hal-hal itu, tidak bisa dibeli oleh siapapun," tegasnya.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Abdul Haris mengatakan, kehadiran Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, sangat penting bagi generasi muda, agar mengetahui tantangan Indonesia, ke depan. "Indonesia, jangan sampai tercerai-berai," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Profil Wakil Panglima...
Profil Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Teman Seangkatan Jenderal Agus Subiyanto
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Tokoh yang Pernah Terima...
Tokoh yang Pernah Terima Pangkat Jenderal TNI (HOR)
Daftar Jenderal Baru...
Daftar Jenderal Baru TNI AD, AL, dan AU pada Juli 2023
Profil Mayor Teddy,...
Profil Mayor Teddy, Ajudan Prabowo yang Viral di Medsos
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved