Serahkan 425 Alat Bantu Dengar, Mensos Ajak Bantu Difabel

Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:09 WIB
Serahkan 425 Alat Bantu...
Serahkan 425 Alat Bantu Dengar, Mensos Ajak Bantu Difabel
A A A
MAKASSAR - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut masih ada 91% penyandang disabilitas rungu yang belum mendapatkan alat bantu dengar (ABD).

Total penyandang disabilitas rungu sebanyak 6.952.797 orang sesuai Survei Penduduk Antra Sensus (Supas) Tahun 2015.

Hal ini disampaikan Khofifah saat membagikan 425 buah alat bantu dengar kepada para penyandang disabilitas rungu wicara di Mall Phinisi Point, Makassar, Selasa (17/10/2017).

"Artinya ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk memenuhi alat bantu dengar bagi mereka," ujar Khofifah dalam siaran pers Biro Humas Kementerian Sosial (Kemensos).

Dia menjelaskan, Kemensos sudah melakukan berbagai upaya pemenuhan alat bantu dengar bagi difabel penyandang disabilitas atau difabel rungu wicara, baik bersumber dari APBN atau kemitraan lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Anggaran dalam APBN sangat terbatas, hanya tersedia untuk penyediaan 12.000 alat bantu dengar, maka dibutuhkan alokasi APBD provinsi maupun APBD kabupaten/kota serta berbagai kemitraan dengan elemen nonpemerintah," ujar Khofifah.

Menurut dia, alokasi APBD serta berbagai kemitraan nonpemerintah harus dimaksimalkan untuk penyediaan alat bantu dengar.

"Kita butuh support dari kalangan nonpemerintah dan lembaga-lembaga nirlaba lainnya," ujarnya.

Kemensos, lanjut Khofifah, juga berupaya bekerja sama dengan berbagai pihak donor di antaranya dengan Starkey Hearing Foundation Amerika dengan Program So Indonesia May Hear.

Melalui kerja sama dengan program itu, dari tahun 2015-2017 sudah ada sekitar 12.500 orang penyandang disabilitas rungu wicara yang sudah menerima alat bantu dengar gratis dengan garansi seumur hidup.

"Alat bantu dengar ini menjadi harapan baru bagi mereka untuk bisa beraktivitas secara lebih maksimal," ucapnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasinya kepada Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) atas komitmen yang tinggi untuk tetap memberikan pelayanan kepada para penyandang disabilitas.

Dia berharap pemberian bantuan alat bantu dengar bisa diikuti elemen lainnya, khususnya pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk memenuhi hak para penyandang disabilitas rungu sehingga mereka bisa beraktivitas lebih maksimal.

Menurut Khofifah, alat bantu dengar hanya salah satu akses yang harus diupayakan bagi difabel. Hak lain yang juga harus dijamin oleh negara, kata dia, adalah hak hidup, pekerjaan, pendidikan, politik, hingga akses fasilitas.
(dam)
Berita Terkait
Kinerja Kemensos Dinilai...
Kinerja Kemensos Dinilai Sudah Berada di Jalur yang Benar
Wujud Kepedulian Pertamina...
Wujud Kepedulian Pertamina pada Anak Yatim Piatu
Asabri Salurkan Bantuan...
Asabri Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Hari Pahlawan, Kemensos...
Hari Pahlawan, Kemensos Silaturahmi dan Beri Tunjangan Kehormatan
Gedung Kementerian Sosial...
Gedung Kementerian Sosial di Salemba Raya Terbakar
Peluncuran Program Pejuang...
Peluncuran Program Pejuang Muda Kemensos
Berita Terkini
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Pemprov Jabar Selangkah Lagi Amankan Aset SMAN 1 Bandung
Infografis
Negara-Negara Arab Kompak...
Negara-Negara Arab Kompak Menolak Bantu AS Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved