Pengamat: Banyak Ucapan Ajaib Keluar dari Mulut Panglima TNI
Sabtu, 07 Oktober 2017 - 14:09 WIB
Pengamat: Banyak Ucapan Ajaib Keluar dari Mulut Panglima TNI
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Satrio menilai, dari sisi komunikasi politik diakuinya banyak kata-kata atau ucapan ajaib yang keluar dari mulut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam menyikapi situasi yang berkembang. Sehingga wajar banyak yang mengaitkan hal itu dengan langkah politik.
"Kalo presiden kejam kata-katanya. Terus gebuk. Dor. Kalo panglima kan serbu. Jadi seolah kata-kata gini tiba-tiba muncul," ujar Hendri dalam Diskusi Polemik SindoTrijayaFM di Cikini, Jakarta, Sabtu (7/10/2017).
Hendri mengaku, sering kali Panglima menyampaikan pendapatnya, maka hal itu dianggap telah berpolitik. Padahal ucapan tersebut terkesan biasa saja. Bahkan, dia menyarankan agar pendapat Gatot dibiarkan saja.
Menurutnya, problem politik yang dialami hampir di setiap negara dengan kekuatan militer terbesarnya adalah kerinduan terhadap figur militer, jika kekuasaan dipimpin oleh sipil. Dalam hal ini, supremasi sipil menjadi terbebani.
"(Kita) mau ada survei kedai kopi. Itu ada selain pak Jokowi ada 12 nama yang muncul ke permukaan, dan menariknya 6 nama diasosiasikan dengan militer, 6 lagi sipil," pungkasnya.
"Kalo presiden kejam kata-katanya. Terus gebuk. Dor. Kalo panglima kan serbu. Jadi seolah kata-kata gini tiba-tiba muncul," ujar Hendri dalam Diskusi Polemik SindoTrijayaFM di Cikini, Jakarta, Sabtu (7/10/2017).
Hendri mengaku, sering kali Panglima menyampaikan pendapatnya, maka hal itu dianggap telah berpolitik. Padahal ucapan tersebut terkesan biasa saja. Bahkan, dia menyarankan agar pendapat Gatot dibiarkan saja.
Menurutnya, problem politik yang dialami hampir di setiap negara dengan kekuatan militer terbesarnya adalah kerinduan terhadap figur militer, jika kekuasaan dipimpin oleh sipil. Dalam hal ini, supremasi sipil menjadi terbebani.
"(Kita) mau ada survei kedai kopi. Itu ada selain pak Jokowi ada 12 nama yang muncul ke permukaan, dan menariknya 6 nama diasosiasikan dengan militer, 6 lagi sipil," pungkasnya.
(pur)