Mantan Presiden Hadir ke Istana Kemarin, Sri Mulyani: Adem
Jum'at, 18 Agustus 2017 - 15:21 WIB
Mantan Presiden Hadir ke Istana Kemarin, Sri Mulyani: Adem
A
A
A
JAKARTA - Ulang Tahun kemerdekaan Indonesia kemarin yang ke 72 tahun, menjadi moment yang tidak dapat terlupakan. Pasalnya, beberapa presiden sebelum periode kabinet kerja berkumpul di istana negara untuk menyaksikan upacara pengibaran bendera merah putih.
Hal ini menjadi pemandangan tersendiri untuk para netizen karena terdapat beberapa nama yang tampak akrab tertangkap kamera. Seperti Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang untuk pertama kalinya bertandang ke istana negara setelah 2 tahun kabinet kerja berjalan. Tak hanya itu, momen SBY bersalaman dengan mantan Presiden Megawati Soekarno Putri pun juga tertangkap kamera.
Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merasa senang dengan pemandangan tersebut. Hal ini karena kehadiran tokoh-tokoh penting yang memang sengaja diundang pihak istana. Seperti diketahui, selain SBY dan Megawati, hadir juga mantan Presiden BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno.
"Kita melihatnya ya adem saja, senang, semuanya bisa hadir untuk memperingati 72 tahun Kemerdekaan RI itu memberikan suatu inspirasi bagi masyarakat di setiap saat para pimpinan akan selalu memiliki komitmen sama untuk menjaga Indonesia, membawa Indonesia pada cita-cita," kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa setiap ulang tahun kemerdekaan Indonesia, ada makna yang harus didalami, bahwa untuk mencapai kemerdekaan hari ini bukanlah sesuatu hal yang mudah dan butuh perjuangan yang panjang.
"Maka ini lebih kembali mengingat menciptakan perasaan bahwa republik ini didirikan dengan suatu cita-cita yang besar dengan perjuangan yang enggak mudah. Jadi kita diingatkan kembali setiap tahun pada peringatan 17 Agustus bagamana kita menjadi bagian dari bangsa Indonesia untuk bisa ikut membantu menyumbangkan republik ini ke cita-citanya," imbuh Ani.
Dia juga mengingatkan bahwa menjadi bangsa Indonesia itu merupakan suatu misi yang belum terselesaikan dan setiap masyarakatnya memiliki peran untuk menyelesaikannya.
"Itu ada di 17 Agustusan kalau lihat pemimpin bisa bergabung tentu membuat rakyat bisa lihat contoh bagaimana kebersamaan bisa dirajut untuk bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik," pungkasnya.
Hal ini menjadi pemandangan tersendiri untuk para netizen karena terdapat beberapa nama yang tampak akrab tertangkap kamera. Seperti Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang untuk pertama kalinya bertandang ke istana negara setelah 2 tahun kabinet kerja berjalan. Tak hanya itu, momen SBY bersalaman dengan mantan Presiden Megawati Soekarno Putri pun juga tertangkap kamera.
Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merasa senang dengan pemandangan tersebut. Hal ini karena kehadiran tokoh-tokoh penting yang memang sengaja diundang pihak istana. Seperti diketahui, selain SBY dan Megawati, hadir juga mantan Presiden BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno.
"Kita melihatnya ya adem saja, senang, semuanya bisa hadir untuk memperingati 72 tahun Kemerdekaan RI itu memberikan suatu inspirasi bagi masyarakat di setiap saat para pimpinan akan selalu memiliki komitmen sama untuk menjaga Indonesia, membawa Indonesia pada cita-cita," kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa setiap ulang tahun kemerdekaan Indonesia, ada makna yang harus didalami, bahwa untuk mencapai kemerdekaan hari ini bukanlah sesuatu hal yang mudah dan butuh perjuangan yang panjang.
"Maka ini lebih kembali mengingat menciptakan perasaan bahwa republik ini didirikan dengan suatu cita-cita yang besar dengan perjuangan yang enggak mudah. Jadi kita diingatkan kembali setiap tahun pada peringatan 17 Agustus bagamana kita menjadi bagian dari bangsa Indonesia untuk bisa ikut membantu menyumbangkan republik ini ke cita-citanya," imbuh Ani.
Dia juga mengingatkan bahwa menjadi bangsa Indonesia itu merupakan suatu misi yang belum terselesaikan dan setiap masyarakatnya memiliki peran untuk menyelesaikannya.
"Itu ada di 17 Agustusan kalau lihat pemimpin bisa bergabung tentu membuat rakyat bisa lihat contoh bagaimana kebersamaan bisa dirajut untuk bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik," pungkasnya.
(pur)