Demi Perbaikan Kinerja, GP Ansor Dukung Reshuffle Kabinet

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 04:59 WIB
Demi Perbaikan Kinerja,...
Demi Perbaikan Kinerja, GP Ansor Dukung Reshuffle Kabinet
A A A
JAKARTA - Wacana reshuffle atau perombakan kabinet yang berhembus kencang belakangan ini terlihat gaduh, karena banyaknya komentar dari pihak-pihak yang berusaha mencari panggung politik.

Wakil Ketua Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Abdul Haris Ma'mum membenarkan, banyak pihak memiliki kepentingan dalam isu perombakan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun begitu, kata Haris, pihak yang berkomentar miring terhadap rencana reshuffle itu sama sekali kontraproduktif. Alih-alih memberi pencerahan atau masukan terhadap perbaikan kinerja kabinet, tapi malah saling membenturkan.

"Reshuffle itu sepenuhnya hak prerogratif Presiden. Presiden sangat paham dan tahu apa yang akan dilakukannya. Jangan asal komentar soal reshuffle," kata Haris dalam siaran pers, Jumat (11/8/2017).

Menurut Abdul Haris, yang akrab disapa Sofiwi, Presiden tak perlu mendengarkan komentar minor atas rencana reshuffle. Presiden tidak perlu ragu melakukan reshuffle selama hal itu untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

"Ini mungkin saja momentum baik untuk perbaikan kinerja. Kita malah akan dorong segera (reshuffle) supaya target pembangunan pemerintah sesuai Nawacita tercapai," ucap Sofiwi.

Dia juga mengatakan, isu pergantian menteri sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah lain, misalnya soal penolakan full day school (FDS), atau soal isu yang terkait pribadi beberapa menteri.

"Enggak ada urusannya dengan penolakan FDS. Ini komentar bodoh dan tidak paham. Reshuffle itu urusannya Presiden," tukasnya.

Soal kinerja menteri yang jadi sorotan, juga kewenangan Presiden dalam menilainya. Menteri Jonan, misalnya, termasuk salah satu menteri yang kinerjanya baik dan terukur.

"Tapi kita tahu, sekarang ada yang coba menendang dia dari kabinet melalui cara-cara kotor. Ini tidak sehat. Sekali lagi, reshuffle itu hak Presiden. Biarkan saja Presiden menggunakan pertimbangan-pertimbangan objektif dalam memilih pembantu-pembantunya," tegasnya.

Oleh karena itu, dia meminta Presiden tidak menghiraukan pihak-pihak yang berusaha mengintervensi.

"Tekanan terhadap Presiden soal isu reshuffle ini sangat terasa. Termasuk membenturkan sesama menteri dan politisi. Saya berharap Presiden tidak kalah oleh tekanan dari luar," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
Kris Tjantra : Jika...
Kris Tjantra : Jika Terjadi Reshuffle, Ahok Layak Jadi Menteri
Dialektika Demokrasi...
Dialektika Demokrasi Bahas Peta Parlemen Isu Reshuffle Kabinet Jokowi
Presiden Jokowi Lantik...
Presiden Jokowi Lantik 4 Pejabat Negara
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
5 Kali Reshuffle Kabinet,...
5 Kali Reshuffle Kabinet, 4 Kali Dilakukan Jokowi pada Hari Rabu
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved