17.000 Penghafal Alquran Akan Akan Ikut Aksi Kasih Sayang 171717

Selasa, 25 Juli 2017 - 14:52 WIB
17.000 Penghafal Alquran...
17.000 Penghafal Alquran Akan Akan Ikut Aksi Kasih Sayang 171717
A A A
JAKARTA - Aksi Kasih Sayang 171717 dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 yang akan digelar dalam bentuk doa bersama pada tanggal 17 Agustus 2017 pukul 17.00-18.00 WIB adalah sinergi antara huffazh Alquran (para penghafal Alquran), TNI, para ulama, dan seluruh komponen bangsa.

"Kita, para penghafal Alquran hanya menjalankan titah para kiai sepuh yang istiqamah saja, seperti al-Habib Ali bin Sahil Jakarta, Tuan Guru Haji Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin Lombok, KH Abuya Muhtadi Dimyati Banten, KH Ahmad Syahid Bandung, KH Hamdan Kholid Amuntai Banjarmasin Kalimantan Selatan, KH Sholeh Qosim Sidoarjo Jawa Timur, dan Tgk H Muhammad Daud Alyusufi Aceh. Bersinergi dengan TNI untuk keutuhan bangsa. Tidak ada tujuan lain kecuali ngaji karena Allah untuk Indonesia," ujar Pimpinan Indonesia Murojaah Foundation KH Deden Muhammad Makhyaruddin pada acara Halal Bihalal Bersama Para Penghafal Alquran Juara Dunia di Masjid An-Nahl The Icon BSD City, Minggu 23 Juli 2017.

"Dengan segala masalah yang menimpanya, Indonesia tidaklah bersalah. Hanya saja kita belum benar-bener serius bersyukur pada-Nya dan meminta rahmat-Nya (kasih sayang-Nya) melalui bacaan ayat-ayat-Nya," sambung kiai muda yang juga hafizh dan maufassir terbaik 1 tingkat dunia dari Indonesia itu.

Oleh karenanya, kata Kang Deden, doa bersama kali ini akan dilakukan dengan model murojaah selama satu jam, yaitu membaca ayat-ayat Alquran dengan hafalan. Lebih dari 17.000 penghafal Alquran dari seluruh Indonesia akan ikut mengawal murojaah ini.

Bahkan para penghafal Alquran 30 Juz terbaik dunia pengharum bangsa akan hadir dalam acara ini. Di antaran yang hadir di acara halal bihalal ini adalah KH Ahmad Syamsuri Karawang (terbaik 2), Ust H Agus Said Sukabumi (terbaik 1), Ust Jajang Hasanuddin Tasik (terbaik 1), Ust H Ayatullah Serang Banten (terbaik 2), Ust H Ihsan Azhari Masakassar (terbaik 2), Ust H Salim Ghazali Madura (terbaik 3), Ust Muhammad Alfath Hibatul Wafi Jakarta (terbaik 3), Ust Muhammad Luthi Karawang (terbaik 3), Hj Ade Halimah Bogor (terbaik 1), dan Hj Hayatunnufus Cilegon (terbaik 2).

"Memang sampai saat ini para huffazh pengarum bangsa ini belum dapat penghargaan yang layak dari pemerintahan. Namun dengan keikhlasan mereka yang tanpa pamrih terus merawat NKRI dan Bhineka Tunggal Ika tanpa mengenal lelah melalui murojaahnya setiap hari. Bangsa ini memerlukan doa mereka," ujar Asisten Teritorial Panglima TNI, Mayjen TNI Wiarto dalam sambutannya pada acara halal bihalal bersama para penghafal Alquran juara dunia.

Meski murojaah kental dengan tradisi menghafal Alquran dalam Agama Islam, Aksi Kasih Sayang 171717 adalah untuk semua komponen bangsa, termasuk nonmuslim. Hal ini, kata Kang Deden, karena kasih sayang adalah perekat persatuan terkuat, dan Indonesia tengah sangat membutuhkannya.

Di level kasih sayang semua agama sama, karena semua kitab suci mengajarkannya. Kasih sayang adalah perkara hati. Semakin lembut hatinya semakin kasih sayang.

"Misalnya, dengan merujuk kepada surah Ar-Rahman ayat 1 dan 2, Alquran adalah kitab kasih sayang karena merupakan manifestasi terbesar dari mahakasih-Nya (Ar-Rahman). Hati yang di dalamnya terlukis ayat-ayat kasih sayang, satu ayat saja, maka akan lebih kasih sayang. Semakin banyak ayatnya semakin kasih sayang," tutur dia.

Karenanya, inisiator gerakan Indonesia Murojaah dan pimpinan Indonesia Murojaah Foundation itu, meminjam istilah murojaah untuk kegiatan doa bersama ini sesuai tema-nya, yaitu Indonesia lebih kasih sayang.

"Mari heningkan jalanan. Heningkan keramaian. Serentak seluruh Indonesia. Satu jam saja untuk Indonesia kita. Kita murojaah. Membaca ayat-ayat Alquran dari hati. Yang nonmuslim tentu sesuai dengan ajaran dan tradisi masing-masing. Biar yang terdengar hanya lantunan ayat-ayat-Nya saja di waktu mustajab itu. Yang tak hafal Alquran pun bisa ikut murojaah. Baca ayat apa saja yang hafal selama satu jam pada tanggal 17 Agustus 2017 jam 17 sampai 18. Kita tidak tahu pasti bacaan dan doa siapa dari kita yang diterima," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Mempelajari Peradaban...
Mempelajari Peradaban Islam Indonesia di Pameran Misykat Museum Nasional
Program Pendidikan Islam...
Program Pendidikan Islam Kemenag Papua, Yan Permenas Mandenas Tekankan Pentingnya Pendidikan Keagamaan
Guru Pendidikan Agama...
Guru Pendidikan Agama Islam Gelar Aksi di Kemenag, Desak Percepatan PPG PAI
Negara dengan Penganut...
Negara dengan Penganut Islam Sunni Terbanyak di Dunia
SYIAR: Memahami Islam...
SYIAR: Memahami Islam Wasathi
SYIAR: Hilangnya Kehebatan...
SYIAR: Hilangnya Kehebatan Islam
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved