Jadi Target Teroris, IPW Sebut karena Polisi Tak Berwibawa
Sabtu, 01 Juli 2017 - 11:39 WIB
Jadi Target Teroris, IPW Sebut karena Polisi Tak Berwibawa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan alasan teroris melakukan penyerangan terhadap institusi kepolisian. Salah satunya karena polisi sudah tidak disegani lagi.
"Hal itu dikarenakan Polri tidak berwibawa sehingga tidak disegani lagi, terutama oleh kalangan teroris," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada SINDOnews, Sabtu (1/7/2017).
Neta juga mengatakan, teroris saat ini sudah makin nekat. Karena, kata dia, senjata yang digunakan untuk menikam 2 anggota Brimob di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri hanya menggunakan pisau.
Neta berharap, Polri melakukan evaluasi secara menyeluruh. Sehingga, kata dia, Polri benar-benar bekerja secara profesional dan independen sehingga disegani kembali.
"Catatan penting bagi Polri di Hari Bhayangkara 2017 ini adalah jajaran kepolisian harus mengevaluasi, kenapa teroris makin super nekat melakukan perang terbuka terhadap Polri meski hanya dengan sebilah pisau dapur," kata Neta.
Sekadar diketahui, 2 anggota Brimob ditikam menggunakan pisau usai melakukan salat Isya di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 30 Juni 2017 malam. (Baca: Usai Salat, Dua Anggota Brimob Ditikam Tak Jauh dari Mabes Polri )
Sebelumnya juga, Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Utara, Minggu 25 Juni 2017 dini hari pukul 03.00 WIB dilaporkan diserang oleh dua orang tidak dikenal. Satu orang petugas jaga tewas ditikam dan satu pelaku penyerangan tewas dilumpuhkan. (Baca: Dua Terduga Teroris Serang Pos Polisi di Polda Sumut, Satu Tewas )
"Hal itu dikarenakan Polri tidak berwibawa sehingga tidak disegani lagi, terutama oleh kalangan teroris," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada SINDOnews, Sabtu (1/7/2017).
Neta juga mengatakan, teroris saat ini sudah makin nekat. Karena, kata dia, senjata yang digunakan untuk menikam 2 anggota Brimob di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri hanya menggunakan pisau.
Neta berharap, Polri melakukan evaluasi secara menyeluruh. Sehingga, kata dia, Polri benar-benar bekerja secara profesional dan independen sehingga disegani kembali.
"Catatan penting bagi Polri di Hari Bhayangkara 2017 ini adalah jajaran kepolisian harus mengevaluasi, kenapa teroris makin super nekat melakukan perang terbuka terhadap Polri meski hanya dengan sebilah pisau dapur," kata Neta.
Sekadar diketahui, 2 anggota Brimob ditikam menggunakan pisau usai melakukan salat Isya di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 30 Juni 2017 malam. (Baca: Usai Salat, Dua Anggota Brimob Ditikam Tak Jauh dari Mabes Polri )
Sebelumnya juga, Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Utara, Minggu 25 Juni 2017 dini hari pukul 03.00 WIB dilaporkan diserang oleh dua orang tidak dikenal. Satu orang petugas jaga tewas ditikam dan satu pelaku penyerangan tewas dilumpuhkan. (Baca: Dua Terduga Teroris Serang Pos Polisi di Polda Sumut, Satu Tewas )
(mhd)