Lawan Terorisme, Pemerintah Ingin TNI Tak Sekadar Membantu

Rabu, 31 Mei 2017 - 09:16 WIB
Lawan Terorisme, Pemerintah...
Lawan Terorisme, Pemerintah Ingin TNI Tak Sekadar Membantu
A A A
JAKARTA - Pemerintah tak ingin pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memberantas terorisme bukan bersifat sekadar perbantuan atau bawah kendali operasi (BKO).

Pemerintah ingin TNI diberi kewenangan penuh dalam rancangan Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengakui selama ini TNI sudah dilibatkan dalam memberantas pelaku tindak pidana terorisme.

Salah satu contohnya, lanjut dia, TNI masuk dalam satuan tugas operasi Tinombala maupun Camar Maleo yang memberantas kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. "Tapi masih sistem BKO," ujar Wiranto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 30 Mei 2017.

Namun, proses BKO personel TNI itu pun tak mudah. "Proses administrasinya panjang, harus diminta dulu, disiapkan dulu," kata mantan Ketua Umum Partai Hanura ini.

Wiranto menjelaskan alasan pemerintah menginginkan keterlibatan TNI dalam menangani terorisme tidak sekadar BKO. "Saya ambil contoh ada markas TNI, satu wilayah, satu batalyon. Dekat situ, ada aksi terorisme, apakah menunggu dulu di BKO kan baru bisa bertindak? Kan tidak wise (bijaksana), tidak pada tempatnya, tidak rasional. Kita realistis aja melawan terorisme itu," ungkap Wiranto.

Sebab, lanjut dia, yang menjadi korban dari aksi terorisme itu rakyat. "Kita bikin undang-undang juga bukan untuk posisi lembaga tertentu, bukan. Tapi buat rakyat sesuai amanat UUD 1945, pemerintah melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia," kata mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan era Presiden Soeharto ini.

Oleh karena itu, sambung dia, pemerintah memohon pengertian masyarakat agar TNI diberi kewenangan penuh dalam menangani terorisme itu. "Kita tidak akan hanya BKO, tapi pelibatan langsung. Langsungnya bagaimana, dibahas di sana (rapat pansus-red). Tapi paling tidak secara substansial kita sudah ketemu bahwa TNI akan dilibatkan," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
BREAKING NEWS, Densus...
BREAKING NEWS, Densus 88 Antiteror Tangkap Teroris di Bekasi
Terkait ISIS, Ini Identitas...
Terkait ISIS, Ini Identitas Lengkap Terduga Teroris di Bekasi
BNPT dan LPSK Bahas...
BNPT dan LPSK Bahas PP Perlindungan Korban Terorisme
Pria Australia Didakwa...
Pria Australia Didakwa UU Terorisme karena Serukan Pembunuhan Muslim
Geledah Rumah Terduga...
Geledah Rumah Terduga Teroris di Bekasi, Densus 88 Sita Senjata Api dan Amunisi
Seorang WNI Jadi Orang...
Seorang WNI Jadi Orang Pertama yang Diadili di Bawah UU Terorisme Baru Filipina
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved