Tantangan Terbesar Daerah di Indonesia Adalah Atasi Kemiskinan

Kamis, 16 Maret 2017 - 18:04 WIB
Tantangan Terbesar Daerah...
Tantangan Terbesar Daerah di Indonesia Adalah Atasi Kemiskinan
A A A
JAKARTA - Makassar bersama lima kota lainnya di Indonesia bakal miliki Pusat Pengembangan Keahlian (Skill Development Centre) yang mengintegrasikan lembaga pendidikan dan pelatihan dengan industri.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Nasional Sertifikat Profesi ( BNSP) Sumarna F Abdurahman, kemarin. Saat bertemu Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa 14 Maret 2017.

Pusat Pengembangan Keahlian (PPK) mengidentifikasi apa saja kebutuhan industri yang terkait dengan tenaga kerja. Hasilnya berupa kesepakatan standar oleh lembaga Pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang menyinkronkan dengan materi pembelajarannya.

Setelah itu, keluaran dari lembaga Diklat dapat diserap industri. "Menyinergikan antara lembaga mitra dengan industri yang merupakan program Bappenas," kata Sumarna.

PPK lanjut Sumarna akan dikembangkan di enam lokasi yaitu Makassar, Denpasar, Medan, Karawang, Bojonegoro, dan Solo. Wali Kota Danny Pomanto antusias menyambut program dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) yang sejalan visi dan misi pemerintahannya menciptakan Makassar bebas pengangguran.

"Tantangan terbesar pemerintah kota adalah memerangi kemiskinan, mempersempit gini ratio, dan menekan tingkat pengangguran," sebut Danny.

Program Bappenas mendirikan PPK di Makassar dinilai Danny dapat membantu pemerintah di berbagai kota menaklukkan tantangan pembangunan. Jumlah tenaga kerja terampil akan semakin banyak terserap di sektor industri.

Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Makassar tahun 2016 menggambarkan dari 1.7 juta jiwa jumlah penduduk ada 6.64% atau 71.306 jiwa jumlah pengangguran. Sementara angkatan kerja mencapai 12.2 persen setara dengan 526.000 jiwa dengan jumlah pencari kerja sebesar 120.000 jiwa.

"Banyak peluang kerja tapi sumber daya yang sesuai kebutuhan masih kurang. Kualitasnya perlu ditingkatkan melalui Diklat dan tersertifikasi," kata Kepala Disnaker Makassar Andi Irwan Bangsawan.
(maf)
Berita Terkait
BP Taskin Finalisasi...
BP Taskin Finalisasi Buku Rencana Besar Penuntasan Kemiskinan
1,3 Juta Warga Pesisir...
1,3 Juta Warga Pesisir Jadi Target Pengentasan Kemiskinan di Tahun 2022
BP Taskin Gandeng Perusahaan...
BP Taskin Gandeng Perusahaan China Latih Anak Muda Miskin Jadi Tenaga Siap Kerja
Desa Berperan Penting...
Desa Berperan Penting dalam Pengentasan Kemiskinan Berbasis Budaya
Kunjungi BP Taskin,...
Kunjungi BP Taskin, Bupati Indramayu dan Bombana Minta Resep Atasi Kemiskinan
Ganjar Puji Kades Blora...
Ganjar Puji Kades Blora Soal Cara Menurunkan Kemiskinan
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved