Mendagri: Presiden Marah Dengar Anggaran E-KTP Di-Mark Up

Rabu, 15 Maret 2017 - 16:48 WIB
Mendagri: Presiden Marah...
Mendagri: Presiden Marah Dengar Anggaran E-KTP Di-Mark Up
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku sudah melakukan audit kinerja terkait pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang dinilai bermasalah.

Menurut Tjahjo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat marah saat mendengar anggaran e-KTP digelembungkan atau di-mark up dari harga Rp4.700 per blanko menjadi Rp16.000.

‎"Itu yang menjadi masalah hukum, oke terserahlah (untuk masalah hukumnya)," ujar Tjahjo saat akan mengikuti Sidang Paripurna Kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Bahkan, kata Tjahjo, mencuatnya kasus ini membuat 68 pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selama setahun harus dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan.

Dampaknya, kata Tjahjo, lelang e-KTP‎ yang seharusnya sudah selesai harus menunggu sisa pengadaan 4,5 juta e-KTP sampai Maret 2017 ini.

Kendati begitu, Tjahjo menegaskan audit kinerja mengenai data e-KTP yang bermasalah sebelumnya dianggap sudah selesai. ‎"Karena ini yang sudah merekam dengan data tunggal, clear. Kalau progres report-nya, semua enggak ada masalah," katanya.
(dam)
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved