Tingkatkan Kesejahteraan, Petani Harus Jadi Pemilik Lahan
Kamis, 23 Februari 2017 - 01:07 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan, Petani Harus Jadi Pemilik Lahan
A
A
A
INDRAMAYU - Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, sektor pertanian harus segera dibenahi agar Indonesia memiliki ketahanan pangan.
“Kita sudah tidak swasembada lagi, beras impor, produksi pertanian semakin menurun,” ujar HT di Pondok Pesantren As-Sakienah, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (22/2).
Saat ini jumlah petani Indonesia terus berkurang, regenerasi tidak terjadi karena minimnya kesejahteraan petani. Anak petani tidak mau bertani karena melihat orangtuanya susah.
“Anak muda sekarang tidak mau bertani karena petani susah, kebanyakan penggarap, bukan pemilik lahan,” tuturnya.
Luas lahan pertanian pun terus mengalami penyusutan, beralih fungsi menjadi perumahan, perkantoran dan lain sebagainya. Jika dibiarkan Indonesia akan terus ketergantungan impor pangan. Apalagi, pertumbuhan penduduk sangat pesat.
Selain kepemilikan lahan, lanjut HT, petani butuh keberpihakan dalam bentuk kemudahan akses dana murah dan proteksi. Seperti diketahui, produk impor kerap membanjiri pasar saat petani lokal panen raya. Itu menyebabkan harga jual hasil panen turun sehingga petani merugi.
“Jangan diadu di pasar bebas, mana mungkin yang kecil bisa menang melawan yang besar. Berikan mereka kesempatan untuk tumbuh, mapan,” katanya.
“Kita sudah tidak swasembada lagi, beras impor, produksi pertanian semakin menurun,” ujar HT di Pondok Pesantren As-Sakienah, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (22/2).
Saat ini jumlah petani Indonesia terus berkurang, regenerasi tidak terjadi karena minimnya kesejahteraan petani. Anak petani tidak mau bertani karena melihat orangtuanya susah.
“Anak muda sekarang tidak mau bertani karena petani susah, kebanyakan penggarap, bukan pemilik lahan,” tuturnya.
Luas lahan pertanian pun terus mengalami penyusutan, beralih fungsi menjadi perumahan, perkantoran dan lain sebagainya. Jika dibiarkan Indonesia akan terus ketergantungan impor pangan. Apalagi, pertumbuhan penduduk sangat pesat.
Selain kepemilikan lahan, lanjut HT, petani butuh keberpihakan dalam bentuk kemudahan akses dana murah dan proteksi. Seperti diketahui, produk impor kerap membanjiri pasar saat petani lokal panen raya. Itu menyebabkan harga jual hasil panen turun sehingga petani merugi.
“Jangan diadu di pasar bebas, mana mungkin yang kecil bisa menang melawan yang besar. Berikan mereka kesempatan untuk tumbuh, mapan,” katanya.
(kri)