Marak Hoax, Pantau Info di Media Sosial Harus Gunakan Rasionalitas
Selasa, 17 Januari 2017 - 20:41 WIB
Marak Hoax, Pantau Info di Media Sosial Harus Gunakan Rasionalitas
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat harus menggunakan akal sehat dalam memilih dan memilah info yang menyebar di media sosial. Penggunaan rasionalitas dan nurani yang bersih bisa menghindari penyebaran berita hoax berisi hasutan kebencian terhadap suatu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
Cara tersebut diyakini mampu menampik berita bohong yang mengandung fitnah dan mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Cara lain menampik berita bohong dengan meningkatkan kapasitas dan komitmen bersama seluruh elemen bangsa untuk melawan kelompok radikal.
"Karena medsos yang mereka gunakan betul-betul telah menghinakan akal sehat dan membahyaakan nilai kebangsaan dan nilai kemanusiaan," ujar Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Maman Imanulhaq dalam keterangan tertulisnya , Senin (17/1/2017).
Dia juga menyarankan masyarakat memutus hubungan di media sosial dengan orang yang gemar menyebar kebencian. Masyarakat juga disarankan menyadari penyebar berita hoax memiliki pandangan bahwa jika kebohongan dilakukan dengan masif, lama-kelamaan akan dianggap sebagai fakta. (Baca: Pemerintah Diminta Tak Berlebihan Sikapi Berita Hoax)
"Jangan ragu untuk memblok jika kita tidak suka berdebat orang-orang yang seperti itu," ucapnya.
Cara tersebut diyakini mampu menampik berita bohong yang mengandung fitnah dan mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Cara lain menampik berita bohong dengan meningkatkan kapasitas dan komitmen bersama seluruh elemen bangsa untuk melawan kelompok radikal.
"Karena medsos yang mereka gunakan betul-betul telah menghinakan akal sehat dan membahyaakan nilai kebangsaan dan nilai kemanusiaan," ujar Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Maman Imanulhaq dalam keterangan tertulisnya , Senin (17/1/2017).
Dia juga menyarankan masyarakat memutus hubungan di media sosial dengan orang yang gemar menyebar kebencian. Masyarakat juga disarankan menyadari penyebar berita hoax memiliki pandangan bahwa jika kebohongan dilakukan dengan masif, lama-kelamaan akan dianggap sebagai fakta. (Baca: Pemerintah Diminta Tak Berlebihan Sikapi Berita Hoax)
"Jangan ragu untuk memblok jika kita tidak suka berdebat orang-orang yang seperti itu," ucapnya.
(kur)