Menlu Berharap Interpol Jawab Tantangan Dunia
Kamis, 10 November 2016 - 16:41 WIB
Menlu Berharap Interpol Jawab Tantangan Dunia
A
A
A
BALI - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam sambutan penutupan sidang umum Interpol ke-85 meminta pada 190 anggota Interpol, bisa menyelesaikan atas tantangan baru terkait teknologi informasi.
"Ada beberapa tantangan dunia yang cukup bahaya di antaranya cyber crime, organized crime dan terorisme. Oleh karena itu diharapkan Interpol mampu jawab tantangan yang berkaitan information technology," kata Retno di Bali, Kamis (10/11/2016).
Menurut Retno, Indonesia salah satu negara yang bisa bekerja sama dalam meningkatkan kemampuan para polisi, karena di Indonesia bisa melatih 20.000 orang dari 70 negara untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah terkait teknologi informasi.
"Kita punya saru center yang sangat baik dan diakui di dunia, yaitu di Semarang. Itu jadi kebanggaan kita (Indonesia), satu kontribusi nyata bagi Indonesia untuk aparat penegak hukum di seluruh dunia," terangnya.
"Ada beberapa tantangan dunia yang cukup bahaya di antaranya cyber crime, organized crime dan terorisme. Oleh karena itu diharapkan Interpol mampu jawab tantangan yang berkaitan information technology," kata Retno di Bali, Kamis (10/11/2016).
Menurut Retno, Indonesia salah satu negara yang bisa bekerja sama dalam meningkatkan kemampuan para polisi, karena di Indonesia bisa melatih 20.000 orang dari 70 negara untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah terkait teknologi informasi.
"Kita punya saru center yang sangat baik dan diakui di dunia, yaitu di Semarang. Itu jadi kebanggaan kita (Indonesia), satu kontribusi nyata bagi Indonesia untuk aparat penegak hukum di seluruh dunia," terangnya.
(maf)