Akom Penasaran Alasan IDI Tolak Jadi Eksekutor Kebiri

Jum'at, 10 Juni 2016 - 17:30 WIB
Akom Penasaran Alasan...
Akom Penasaran Alasan IDI Tolak Jadi Eksekutor Kebiri
A A A
JAKARTA - Ketua DPR Ade Komarudin ‎penasaran mengenai alasan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak menjadi eksekutor hukuman kebiri pelaku kejahatan seksual terhadap anak.‎

Sebab menurut pria yang akrab disapa Akom ini, belum mengetahui apa alasan IDI menolak sebagai eksekutor kebiri itu.

"Saya belum tahu alasan IDI kenapa memberikan penolakan‎," kata Akom di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/6/2016).

Namun dia memaklumi jika secara kode etik ada larangan bagi dokter untuk menjadi eksekutor kebiri itu.

‎"Mungkin secara etika kedokteran dengan perintah undang-undang bertentangan, tapi saya belum tahu (alasannya). Saya juga mau tahu alasannya,‎" tutur politikus Partai Golkar ini.

Sebab, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak merupakan perintah Undang-undang (UU).

"Ya seharusnya dipatuhi," ucapnya.

‎Hingga saat ini, dia juga mengaku belum menerima Perppu yang di dalamnya mengatur soal hukuman kebiri itu. Adapun mengenai nasib Perppu itu apakah akan disetujui DPR menjadi sebuah UU, Akom menyerahkan itu ke rapat paripurna.

"Penolakan atau penyetujuan jangan tanya saya, tanya paripurna, tanya ke pemegang suara, kan saya salah satu dari 560 anggota DPR," pungkasnya.

Diketahui, IDI telah menolak menjadi eksekutor kebiri itu. Alasannya, dokter akan melanggar kode etik jika menjadi eksekutor kebiri. Sebab dokter diharuskan untuk menyembuhkan pasien bukan justru menyakiti, berdasarkan kode etik kedokteran.
(maf)
Berita Terkait
Muhaimin Iskandar Tandatangani...
Muhaimin Iskandar Tandatangani Petisi Perlindungan Anak
PKB Soroti Perlindungan...
PKB Soroti Perlindungan dan Kasus Penculikan Anak
Gandeng Yacita, ChildFund...
Gandeng Yacita, ChildFund International di Indonesia Gelar Pertemuan Perlindungan Anak Nasional 2024
Diskusi Empat Pilar...
Diskusi Empat Pilar : Mendorong Keberpihakan Negara dalam Perlindungan Anak
Komdigi Undang Platform...
Komdigi Undang Platform Media Sosial Susun Regulasi Perlindungan Anak di Ruang Digital, Ini Langkahnya!
Soal Produk Bebas BPA,...
Soal Produk Bebas BPA, Komnas PA Desak Badan POM Buat Aturan
Berita Terkini
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved