Staf Ahok, Sunny Tanuwidjaja Enggan Beri Bocoran Soal Pertemuan

Rabu, 18 Mei 2016 - 15:11 WIB
Staf Ahok, Sunny Tanuwidjaja...
Staf Ahok, Sunny Tanuwidjaja Enggan Beri Bocoran Soal Pertemuan
A A A
JAKARTA - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Sunny Tanuwidjaja telah selesai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sunny tak banyak berkomentar terkait materi pemeriksaannya hari ini.

Sunny diperiksa KPK, untuk mendalami kasus dugaan suap pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Reklamasi Teluk Jakarta.

Saat disinggung kontribusi tambahan yang diduga dimintakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Sunny mengaku kontribusi tambahan dimintakan kepada pengembang PT Agung Podomoro Land (APL).

Sunny menampik ada pengembang lain yang memberikan kontribusi tambahan. "Setahu saya masih APL, musti dicek lagi datanya," kata Sunny di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

Sunny mengakui, dirinya ditanya penyidik sepuluh pertanyaan. Pertanyaan itu masih berkaitan dengan pembahasan masalah Raperda Reklamasi.

"(Pemeriksaan) seperti yang kemarin-kemarin kok, melengkapi proses pembahasan dan lain-lain. Sekitar 10‬ (pertanyaan)," ungkapnya.

Sunny pun bungkam saat ditanya dugaan pertemuan antara anggota DPRD M Sanusi yang juga tersangka kasus ini dengan Direktur Utama PT Agung Sedayu Group, Richard Halim Kusuma.

Richard merupakan anak Chairman Agung Sedayu Group, Sugiyanto Kusuma alias Aguan. "Saya tidak tahu (pertemuan itu)," ucap Sunny.

Dalam kasus ini, Sunny sudah berulang kali diperiksa KPK. Ia pun sudah dicegah ke luar negeri oleh lembaga antikorupsi tersebut. Sunny ditengarai sebagai pihak penghubung dari pengembang kepada Gubernur Ahok.

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka. Mereka yakni dua tersangka pemberi suap Rp2 miliar, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro dengan tersangka penerima suap M Sanusi selaku Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta.
(maf)
Berita Terkait
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Satpol PP Segel Pantai...
Satpol PP Segel Pantai Reklamasi PIK Gara-gara Kerumunan
Reklamasi Pantai Tanpa...
Reklamasi Pantai Tanpa Izin, PT PAN Didenda Miliaran Rupiah
Wisata Pasir Putih Pantai...
Wisata Pasir Putih Pantai Reklamasi
Pantai Reklamasi PIK...
Pantai Reklamasi PIK Ramai Pengunjung, Warganet: Corona, Corona, Panen Corona
Berita Terkini
Dugaan Korupsi Batu...
Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah 8 Lokasi Termasuk Rumah Pejabat Negara
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Polisi Temukan Uang...
Polisi Temukan Uang Fantastis Dolar AS dan Singapura dalam Brankas Saat Geledah Kafe di Cipete
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved