Tak Ada Alasan Menhan Tolak Bongkar Kuburan Massal Tragedi 1965

Sabtu, 14 Mei 2016 - 21:32 WIB
Tak Ada Alasan Menhan...
Tak Ada Alasan Menhan Tolak Bongkar Kuburan Massal Tragedi 1965
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tidak menyetujui perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pembongkaran kuburan massal korban tragedi 1965. Hal tersebut dilontarkan Ryamizard karena pembongkaran dikhawatirkan akan menimbulkan konflik baru.

Pengamat Hukum Tata Negara Margarito Kamis berpendapat, tidak ada alasan apapun untuk menolak perintah presiden termasuk pembongkaran kuburan massal korban tragedi 1965 oleh Ryamizard sebagai Menhan.

“Menhan itu kan pembantu presiden, jadi dari segi manajemen konstitusi menteri tidak bisa menolak presiden, apapun alasannya,” ujar Margarito saat dihubungi Sindonews melalui telepon, Sabtu (14/5/2016).

Menurut Margarito, penolakan Ryamizard tersebut mencerminkan ketidaksenadaan di dalam Kabinet Kerja secara komprehensif khususnya dalam menangani isu tragedi 1965.

“Ini menunjukkan menajemen di dalam pemerintahan tidak beres. Kenapa? karena suatu kebijakan yang strategis menuai penolakan dari menterinya. Dapat dipastikan masalah ini tidak dibicarakan secara konprehensif,” ucap Margarito.

Oleh karena itu, Margarito menyarankan supaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu kembali menata manajemen khusus untuk menyelesaikan isu tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan.

“Perlu kembali menata manajemen khusus isu ini, agar kebijakan yang telah dilontarkan Jokowi tidak menimbulkan kegaduhan yang merugikan kita sendiri,” jelasnya.

Sekadar informasi, Menhan Ryamizard menolak perintah presiden Jokowi untuk membongkar kuburan massal tragedi 65. Hal itu disampaikan Ryamizard usai menyatakan sikap terhadap isu komunisme bersama Purnawirawan TNI-AD dan organisasi anti PKI di Balai Kartini, Jakarta Pusat, kemarin.
(kri)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas Korban...
Aksi Solidaritas Korban untuk Keadilan
Aksi Kamisan ke-766
Aksi Kamisan ke-766
Pemerintah Akui Adanya...
Pemerintah Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat
Presiden Jokowi Sorot...
Presiden Jokowi Sorot dan Akui Pelanggaran HAM di Masa Lalu
Komnas HAM Sebut Polri...
Komnas HAM Sebut Polri Jadi Instansi Paling Sering Diadukan Soal Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-792,...
Aksi Kamisan ke-792, Desak Pemerintah Jamin Penegakan HAM
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Diborgol, Boyamin Saiman: Kejaksaan Agung Ceroboh
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved