Melorot, Golkar Butuh Terobosan Berani untuk Perubahan
Senin, 09 Mei 2016 - 13:28 WIB
Melorot, Golkar Butuh Terobosan Berani untuk Perubahan
A
A
A
JAKARTA - Bakal calon Ketua Umum Partai Golkar, Mahyudin dalam kesempatan kampanye di hadapan para kader se-Sumatera menyampaikan kondisi partainya. Menurutnya, Partai Golkar harus melakukan terobosan berani jika ingin terus berjaya.
Terobosan ini diperlukan karena tren partai berlambang pohon beringin itu terus melorot. Bahkan, diprediksi Partai Golkar hanya mampu meraup perolehan suara tujuh persen jika pemilu dilaksanakan sekarang. Kondisi ini sangat menyedihkan sebagai partai legendaris dan pernah berjaya di era Orde Baru.
"Partai Golkar terus mengalami penurunan perolehan kursi di DPR," ujar bakal calon Ketua Umum Partai Golkar, Mahyudin, Minggu, 8 Mei 2016.
Wakil Ketua MPR ini memaparkan empat strategi jitu sebagai terobosan perubahan partainya. Pertama kata dia, melakukan konsolidasi menyeluruh, kedua gencar melakukan kaderisasi, ketiga melakukan rebranding partai dan keempat menyukseskan pembangunan nasional. (Baca:Istana Bantah Dukung Setya Novanto Jadi Ketum Golkar)
"Saya akan mempersatukan dan membangun kembali militansi kader, sedangan kaderisasi akan dikembanhkan dengan adanya Sekolah kader," paparnya.
Terobosan ini diperlukan karena tren partai berlambang pohon beringin itu terus melorot. Bahkan, diprediksi Partai Golkar hanya mampu meraup perolehan suara tujuh persen jika pemilu dilaksanakan sekarang. Kondisi ini sangat menyedihkan sebagai partai legendaris dan pernah berjaya di era Orde Baru.
"Partai Golkar terus mengalami penurunan perolehan kursi di DPR," ujar bakal calon Ketua Umum Partai Golkar, Mahyudin, Minggu, 8 Mei 2016.
Wakil Ketua MPR ini memaparkan empat strategi jitu sebagai terobosan perubahan partainya. Pertama kata dia, melakukan konsolidasi menyeluruh, kedua gencar melakukan kaderisasi, ketiga melakukan rebranding partai dan keempat menyukseskan pembangunan nasional. (Baca:Istana Bantah Dukung Setya Novanto Jadi Ketum Golkar)
"Saya akan mempersatukan dan membangun kembali militansi kader, sedangan kaderisasi akan dikembanhkan dengan adanya Sekolah kader," paparnya.
(kur)