Fahri Akan Berhenti Kritik Jokowi Setelah Pensiun Jadi Presiden
Sabtu, 23 April 2016 - 15:26 WIB
Fahri Akan Berhenti Kritik Jokowi Setelah Pensiun Jadi Presiden
A
A
A
JAKARTA - Hobi kritik yang dilakukan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terhadap pemerintah kerap menuai pujian dan terkadang 'bully-an' dari masyarakat.
Menurut Fahri, dirinya pernah menjadi pengkritik kebijakan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menyebut kritik dirinya bukan berati membenci pemerintah.
Sikap kritis Fahri pun berlanjut di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang ini. "Tetapi dulu dia (SBY) berkuasa, saya kritik. Sama juga dengan sekarang, nanti kalau Pak Jokowi udah pensiun, nanti akan saya puji-puji. Tenang aja," ucapnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/4/2016).
Fahri yang sekarang diberhentikan dari jenjang keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku telah berhenti mengkritik SBY. Pasalnya, ketua umum Partai Demokrat itu dianggap sudah tak berkuasa lagi.
"Bukan, Pak SBY udah selesai jadi presiden. Tidak ada kritik buat beliau karena udah selesai. Partai urusan Pak SBY," ucapnya.
Saat disinggung dirinya berhenti mengkritik SBY, apakah pertanda Fahri mau bergabung ke Partai Demokrat? Fahri memilih menjawab diplomatis. "Kami nih sahabat semua, enggak usah diadu-adu," tandasnya.
Menurut Fahri, dirinya pernah menjadi pengkritik kebijakan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menyebut kritik dirinya bukan berati membenci pemerintah.
Sikap kritis Fahri pun berlanjut di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang ini. "Tetapi dulu dia (SBY) berkuasa, saya kritik. Sama juga dengan sekarang, nanti kalau Pak Jokowi udah pensiun, nanti akan saya puji-puji. Tenang aja," ucapnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/4/2016).
Fahri yang sekarang diberhentikan dari jenjang keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku telah berhenti mengkritik SBY. Pasalnya, ketua umum Partai Demokrat itu dianggap sudah tak berkuasa lagi.
"Bukan, Pak SBY udah selesai jadi presiden. Tidak ada kritik buat beliau karena udah selesai. Partai urusan Pak SBY," ucapnya.
Saat disinggung dirinya berhenti mengkritik SBY, apakah pertanda Fahri mau bergabung ke Partai Demokrat? Fahri memilih menjawab diplomatis. "Kami nih sahabat semua, enggak usah diadu-adu," tandasnya.
(kri)