Menhan: Lokasi Penyanderaan 10 WNI Sudah Dikepung Militer Filipina
Senin, 04 April 2016 - 17:02 WIB
Menhan: Lokasi Penyanderaan 10 WNI Sudah Dikepung Militer Filipina
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengakui proses pembebasan terhadap 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf terus dilakukan.
Dia mengatakan, proses pembebasan terhadap para sandera ditangani Pemerintah Filipina. TNI tidak diperkenankan ikut campur dalam oeprasi pembebasan 10 WNI tersebut.
"Operasi militer di tangan Filipina. Kami tidak boleh masuk," ujar Ryamizard usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/4/2016).
Menurut Ryamizard, meski pasukan TNI belum diizinkan masuk oleh Pemerintah Filipina, namun militer Filipina mengklaim sudah melakukan pengepungan di lokasi penyanderaan
"Iya lokasinya sudah dikepung oleh militer Filipina," tandasnya.
Dia mengatakan, proses pembebasan terhadap para sandera ditangani Pemerintah Filipina. TNI tidak diperkenankan ikut campur dalam oeprasi pembebasan 10 WNI tersebut.
"Operasi militer di tangan Filipina. Kami tidak boleh masuk," ujar Ryamizard usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/4/2016).
Menurut Ryamizard, meski pasukan TNI belum diizinkan masuk oleh Pemerintah Filipina, namun militer Filipina mengklaim sudah melakukan pengepungan di lokasi penyanderaan
"Iya lokasinya sudah dikepung oleh militer Filipina," tandasnya.
(kri)