Deparpolisasi Terjadi karena Parpol Gagal Jalankan Fungsi
Rabu, 23 Maret 2016 - 17:32 WIB
Deparpolisasi Terjadi karena Parpol Gagal Jalankan Fungsi
A
A
A
JAKARTA - Deparpolisasi terjadi karena kegagalan partai politik (parpol) menjalankan fungsinya. Hal itu terbukti dari hasil berbagai survei yang ada belakangan ini.
Pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan, dari berbagai hasil riset lembaga survei, tingkat kepercayaan atau kepuasan terhadap parpol saat ini semakin rendah.
Menurut Yunarto, hampir semua riset berbagai lembaga survei menempatkan DPR dan parpol di urutan terendah. Salah satu penyebabnya karena parpol dianggap paling korup.
"Deparpolisasi adalah gejala psikologis, kalau dikatakan deparpolisasi terjadi saat ini, iya," tutur Yunarto dalam sebuah diskusi di DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2016).
Diakuinya, deparpolisasi membahayakan demokrasi. "Artinya peran parpol sudah gagal dilakukan, kata kuncinya sudah jelas, peran parpol gagal," pungkasnya.
Pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan, dari berbagai hasil riset lembaga survei, tingkat kepercayaan atau kepuasan terhadap parpol saat ini semakin rendah.
Menurut Yunarto, hampir semua riset berbagai lembaga survei menempatkan DPR dan parpol di urutan terendah. Salah satu penyebabnya karena parpol dianggap paling korup.
"Deparpolisasi adalah gejala psikologis, kalau dikatakan deparpolisasi terjadi saat ini, iya," tutur Yunarto dalam sebuah diskusi di DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2016).
Diakuinya, deparpolisasi membahayakan demokrasi. "Artinya peran parpol sudah gagal dilakukan, kata kuncinya sudah jelas, peran parpol gagal," pungkasnya.
(maf)