2 Instrumen Ini Dinilai Bisa Muluskan Perebutan Kursi Ketum Golkar
Minggu, 28 Februari 2016 - 11:12 WIB
2 Instrumen Ini Dinilai Bisa Muluskan Perebutan Kursi Ketum Golkar
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), dimana salah satunya agendanya memilih ketua umum partai Golkar.
Lalu prasyarat apa saja yang harus dimiliki para kandidat calon ketua umum (Caketum) Partai Golkar agar mulus menjadi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin tersebut?
Pengamat Politik IndoStrategi Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, dua instrumen harus dimiliki para kandidat untuk memuluskan langkahnya menjadi penerus Aburizal Bakrie (Ical), yakni instrumen kekuasaan dan instrumen uang.
"Apabila didukung oleh kedua instrumen tersebut maka kans untuk menjadi ketua umum Golkar sangat dominan dan hampir bisa diprediksi (forecast) mulus jadi ketua umum Golkar," kata Pangi saat dihubungi Sindonews, Minggu (28/2/2016).
Jika menilik pada kans tersebut, Pangi menilai hampir mayoritas kandidat memiliki peluang yang sama. Namun, jika dikaitkan dengan instrumen kekuasaan, maka posisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin sangat diuntungkan.
"Sudah rahasia umum Akom (Ade Komarudin) tentu saja lebih dekat ke Jusuf Kalla (JK). JK memiliki uang dan memiliki kekuasaan," ungkap Pangi.
Pangi yang juga dosen pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memprediksi, JK bakal memilih Ade Komarudin menjadi penerus Ical. Pasalnya, status Akom yang juga pemimpin Parlemen di Senayan akan menguntungkan langkah pemerintah, ketimbang para caketum Golkar lainnya.
"Dengan begitu di eksekutif JK didukung oleh kekuatan politik Golkar dan di legislatif didukung oleh ketua DPR," pungkasnya.
Sejumlah nama digadang-gadang siap maju menjadi bursa calon ketua umum Golkar. Mereka adalah Mahyudin, Ade Komarudin, Agus Gumiwang, Airlangga Hartanto, Setya Novanto, Syahril Yasin Limpo, Fadel Muhammad, Zainudin Amali, Idrus Marham, Gusti Iskandar, Indra Bambang Utoyo, dan Azis Syamsuddin.
Adapun dua tokoh sentral yang sempat berpolemik di Golkar yakni Aburizal Bakrie dan Agung Laksono masing-masing menyatakan diri tak akan maju menjadi calon Ketua umum pada Munaslub mendatang.
PILIHAN:
LGBT di Indonesia Terbesar dan Tertua di Asia
Panglima TNI Akui Aparat Jadi Tempat Berlindung Bisnis Narkoba
Lalu prasyarat apa saja yang harus dimiliki para kandidat calon ketua umum (Caketum) Partai Golkar agar mulus menjadi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin tersebut?
Pengamat Politik IndoStrategi Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, dua instrumen harus dimiliki para kandidat untuk memuluskan langkahnya menjadi penerus Aburizal Bakrie (Ical), yakni instrumen kekuasaan dan instrumen uang.
"Apabila didukung oleh kedua instrumen tersebut maka kans untuk menjadi ketua umum Golkar sangat dominan dan hampir bisa diprediksi (forecast) mulus jadi ketua umum Golkar," kata Pangi saat dihubungi Sindonews, Minggu (28/2/2016).
Jika menilik pada kans tersebut, Pangi menilai hampir mayoritas kandidat memiliki peluang yang sama. Namun, jika dikaitkan dengan instrumen kekuasaan, maka posisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin sangat diuntungkan.
"Sudah rahasia umum Akom (Ade Komarudin) tentu saja lebih dekat ke Jusuf Kalla (JK). JK memiliki uang dan memiliki kekuasaan," ungkap Pangi.
Pangi yang juga dosen pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memprediksi, JK bakal memilih Ade Komarudin menjadi penerus Ical. Pasalnya, status Akom yang juga pemimpin Parlemen di Senayan akan menguntungkan langkah pemerintah, ketimbang para caketum Golkar lainnya.
"Dengan begitu di eksekutif JK didukung oleh kekuatan politik Golkar dan di legislatif didukung oleh ketua DPR," pungkasnya.
Sejumlah nama digadang-gadang siap maju menjadi bursa calon ketua umum Golkar. Mereka adalah Mahyudin, Ade Komarudin, Agus Gumiwang, Airlangga Hartanto, Setya Novanto, Syahril Yasin Limpo, Fadel Muhammad, Zainudin Amali, Idrus Marham, Gusti Iskandar, Indra Bambang Utoyo, dan Azis Syamsuddin.
Adapun dua tokoh sentral yang sempat berpolemik di Golkar yakni Aburizal Bakrie dan Agung Laksono masing-masing menyatakan diri tak akan maju menjadi calon Ketua umum pada Munaslub mendatang.
PILIHAN:
LGBT di Indonesia Terbesar dan Tertua di Asia
Panglima TNI Akui Aparat Jadi Tempat Berlindung Bisnis Narkoba
(kri)