Munaslub Harus Jadi Momentum Golkar Bangkit
Minggu, 14 Februari 2016 - 23:39 WIB
Munaslub Harus Jadi Momentum Golkar Bangkit
A
A
A
JAKARTA - Munas Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar diharapkan menjadi momentum kebangkitan partai akibat akibat konflik internal usai Pemilu 2014. Untuk mengambil momen tersebut, ada beberapa prasyarat yang perlu diperhatikan.
Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Riau Agun Gunanjar Sudarsa menyebutkan beberapa prasyarat yang wajib dipenuhi. Pertama, kepanitian yang menjamin jujur dan tidak memihak adalah prasyarat yang wajib diperhatikan.
Kemudian dari sisi agenda. Materi dan tata tertib harus transparan, partisipatif dan akuntable sesuai AD/ART. Selain itu, kepesertaan harus dari DPD Riau sebelum konflik terjadi. "Terkecuali yang bermasalah melalui Musda lebih awal," ujar Agun, Minggu (14/2/2016)
Prasyarat lain, teknis dukungan 30% melalui pemungutan suara, bukan surat dukungan tertulis. Tak kalah penting, bakal calon harus lulus verifikasi prestasi, dedikasi, loyal, dan tak tercela (PDLT) sebagaimana diatur dalam AD/ART melalui formatur yang lebih awal pembentukannya.
"Formatur harus mencerminkan kekuatan riil partai. Baik struktur maupun ormas yang mendirikan dan didirikan," kata Agun yang digadang sebagai salah satu calon ketua umum Partai Golkar di Munaslub nanti. (Baca juga: Beberapa Nama Calon Pemimpin Golkar yang Diusung MKGR)
Kemudian, sebelum proses pencalonan (syarat dukungan) dan pemilihan caketum, diadakan uji publik melaui debat kandidat di hadapan peserta dengan melibatkan publik/pengamat. Selain itu, masing-masing calon tidak boleh melakukan "politik uang" selama perhelatan munas berlangsung.
"Terakhir, semuanya harus punya sikap dan komitmen sama untuk siap kalah dan siap menang," jelasnya. (Baca juga: Berniat Jadi Ketum Golkar, Bupati Tangerang Minta Restu Ical)
Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Riau Agun Gunanjar Sudarsa menyebutkan beberapa prasyarat yang wajib dipenuhi. Pertama, kepanitian yang menjamin jujur dan tidak memihak adalah prasyarat yang wajib diperhatikan.
Kemudian dari sisi agenda. Materi dan tata tertib harus transparan, partisipatif dan akuntable sesuai AD/ART. Selain itu, kepesertaan harus dari DPD Riau sebelum konflik terjadi. "Terkecuali yang bermasalah melalui Musda lebih awal," ujar Agun, Minggu (14/2/2016)
Prasyarat lain, teknis dukungan 30% melalui pemungutan suara, bukan surat dukungan tertulis. Tak kalah penting, bakal calon harus lulus verifikasi prestasi, dedikasi, loyal, dan tak tercela (PDLT) sebagaimana diatur dalam AD/ART melalui formatur yang lebih awal pembentukannya.
"Formatur harus mencerminkan kekuatan riil partai. Baik struktur maupun ormas yang mendirikan dan didirikan," kata Agun yang digadang sebagai salah satu calon ketua umum Partai Golkar di Munaslub nanti. (Baca juga: Beberapa Nama Calon Pemimpin Golkar yang Diusung MKGR)
Kemudian, sebelum proses pencalonan (syarat dukungan) dan pemilihan caketum, diadakan uji publik melaui debat kandidat di hadapan peserta dengan melibatkan publik/pengamat. Selain itu, masing-masing calon tidak boleh melakukan "politik uang" selama perhelatan munas berlangsung.
"Terakhir, semuanya harus punya sikap dan komitmen sama untuk siap kalah dan siap menang," jelasnya. (Baca juga: Berniat Jadi Ketum Golkar, Bupati Tangerang Minta Restu Ical)
(hyk)