Pernyataannya Soal LGBT Dikritik, Ini Jawaban Menristek

Selasa, 26 Januari 2016 - 15:13 WIB
Pernyataannya Soal LGBT...
Pernyataannya Soal LGBT Dikritik, Ini Jawaban Menristek
A A A
JAKARTA - Menteri Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) Muhammad Nasir menuai kritik di media sosial mengenai pernyataanya yang melarang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) masuk kampus.

Menyikapi kritik di media sosial (medsos), Nasir menjelaskan maksud pernyataan yang disampaikan melalui media sosial Twitter pada Minggu 24 Januari 2016. "Yang saya sebut itu aktivitasnya ya. Aktivitas yang memicu menjadi fitnah. Aktivitas tersebut ya aktivitas seksiologi ya seperti kissing, making love, " ujar Nasir saat ditemui di Gedung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Menurut dia, aktivitas semacam itu tidak pantas dilakukan di kampus. "Itu kan tidak pantas dan melanggar kesusilaan dikampus," ucap Nasir. (Baca juga: Pernyataan Menristek Soal LGBT Kembali Dikritik)

Dia tidak mempersoalkan tentang komunitas LGBT, selama tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan seks di kampus. "Mereka melakukan aktivitas di luaran yang itu silakan saja. Mereka punya perkumpulan itu ya silakan. Karena itu hak mereka sebagai warga negara Indonesia," tutur Nasir.

Nasir menegaskan, kampus merupakan tempat penjaga moral. "Jangan sampai ada aktivitas yang tidak seharusnya, " kata Nasir.

Melalui akun Twitternya, Menristek Mohamad Nasir mengungkapkan pendapatnya tentang LGBT. Menurut dia, kelompok LGBT di Indonesia harus dikaji secara mendasar oleh akademisi. Pasalnya, kata dia, Indonesia adalah negara berketuhanan dan menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Memang sebagai bagian dari warga negara Indonesia, kaum LGBT perlu mendapat perlakuan yang sama dimata UU," tulis Nasir melalui akun @menristekdikti, Minggu 24 Januari 2016.

Kendati demikian, kata Nasir, tidak lantas diartikan negara melegitimasi status LGBT.Dia mengungkapkan, pendapatnya yang melarang LGBT masuk kampus harus dipahami secara objektif. Larangan itu, kata dia, bukan berarti dirinya melarang segala bentuk terkait LGBT.

Menurut dia, kampus terbuka lebar untuk segala kajian, edukasi, yang bertujuan untuk membangun kerangka keilmuan. Termasuk kajian mengenai LGBT dan lain-lain.

"Larangan saya terhadap LGBT masuk kampus apabila mreka melakukan tindakan yang kurang terpuji seperti bercinta atau pamer kemesraan di kampus," tulisnya.


PILIHAN:

Pemerintah Siap Bebaskan TKI Terancam Mati di Malaysia
(dam)
Berita Terkait
Aksi Mahasiswa Tolak...
Aksi Mahasiswa Tolak Statuta Universitas Indonesia
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Guru Besar dan Akademisi...
Guru Besar dan Akademisi Universitas se-Jabodetabek Gelar Pertemuan Bahas soal Permasalahan Demokrasi
Tewas Kecelakaan dengan...
Tewas Kecelakaan dengan Pensiunan Polisi, Mahasiswa UI Malah jadi Tersangka
25 Universitas Terbaik...
25 Universitas Terbaik di Indonesia Versi SIR 2023
14 Universitas Terbaik...
14 Universitas Terbaik Indonesia, Universitas Indonesia Teratas
Berita Terkini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved