Prasetyo Sebut Investigasi Komnas HAM Soal Kasus HAM Berat Tak Layak

Kamis, 12 November 2015 - 18:45 WIB
Prasetyo Sebut Investigasi...
Prasetyo Sebut Investigasi Komnas HAM Soal Kasus HAM Berat Tak Layak
A A A
JAKARTA - Jaksa Agung HM Prasetyo berpendapat, hasil penyelidikan yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atas sejumlah kasus pelanggaran HAM berat masa lalu ‎belum layak ditingkatkan ke penyidikan.Politikus Partai Nasdem ini mengatakan, untuk menyelesaikan sejumlah kasus pelanggaran HAM berat masa lalu diperlukan fakta dan bukti."Yang ada sekarang justru sejak tahun 2008 penyelidikan dilakukan oleh Komnas HAM hasilnya masih dinilai belum memenuhi syarat ditingkatkan ke penyidikan. Semua harus memahami itu," ujar Prasetyo usai acara rapat koordinasi nasional pemantapan pelaksanaan Pilkada serentak 2015 di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (12/11/2015).(Baca juga: Luhut dan Menhan Dinilai Salah Persepsi Soal Pengadilan Rakyat‎)Lebih lanjut dia menyampaikan, para pelaku kasus pelanggaran HAM berat masa lalu‎ itu pun kini sudah banyak yang meninggal."Rezim yang lalu saat terjadi sudah enggak ada semua, sudah pada meninggal," ungkap Prasetyo.Kendati demikian, dia berpendapat, kasus pelanggaran HAM berat itu tidak memiliki kedaluwarsa.(Baca juga: Sambil Menangis, Korban Tragedi 1965 Ini Cerita Soal Penyiksaan)"Itu sebabnya supaya tak diwariskan pada generasi berikutnya kita ingin selesaikan. Kita sudah sampaikan dan lakukan langkah awal dengan projustisia," pungkasnya.Pilihan:DPR Protes Sidang Pengadilan Kasus 1965 Digelar di BelandaTanya Jawab OC Kaligis dan Jaksa Bikin Pengunjung Sidang Tertawa
(maf)
Berita Terkait
Skandal Lixun Diansheng:...
Skandal Lixun Diansheng: Perusahaan China Dikecam karena Memotret Karyawan di Toilet
China Awasi Ketat Penggunaan...
China Awasi Ketat Penggunaan Paspor, Warga Sulit Bepergian ke Luar Negeri
Kebocoran 100.000 Dokumen...
Kebocoran 100.000 Dokumen Ungkap Ekspor Sistem Sensor Internet China
China Dakwa Jurnalis...
China Dakwa Jurnalis Du Bin dengan Tuduhan Provokasi
Jurnalisme Bebas di...
Jurnalisme Bebas di China Memprihatinkan, Banyak Aktivis Ditangkap
Dialog HAM ke-40 UE-China...
Dialog HAM ke-40 UE-China Tegang, Isu Minoritas dan Kebebasan Jadi Sorotan
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Pro Kontra Fedi Nuril...
Pro Kontra Fedi Nuril di Medsos soal Capres yang Tak Dipilihnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved