Wakil Ketua DPR: SE Kapolri Jangan Jadi Hukum Baru

Jum'at, 06 November 2015 - 09:45 WIB
Wakil Ketua DPR: SE...
Wakil Ketua DPR: SE Kapolri Jangan Jadi Hukum Baru
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan Surat Edaran Kapolri mengenai Penanganan Ujaran Kebencian atau hate speech tidak boleh menjadi hukum baru.

Menurut dia, landasan hukum atau regulasi tetap harus mengacu pada undang-undang. Dia menambahkan jika hate speech hendak dijadikan aturan maka harus dilakukan melalui cara yang benar atau dengan mengundangkan aturan tersebut.

"Segala bentuk peraturan itu harus dibbuat dalam kerangka menyusun regulasi dan surat edaran tidak bisa digunakan untuk menegakan hukum karena hukum harus ditegakkan dengan UU,” tutur Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Fahri menjelaskan, tugas lembaga kepolisian memberikan penerangan kepada masyarakat agar UU yang sudah disahkan dan memiliki kekuatan itu diimplementasikan.

Fahri mengingatkan kepolisian tidak membuat aturan sendiri untuk menegakan hukum. "Jadi jelas tidak benar kalau SE dijadikan landasan hukum karena surat edaran tidak memiliki kekuatan hukum. Apalagi jika ada penangkapan dilakukan berdasarkan surat edaran," ucap Fadli. (Baca juga: Mahfud MD Sempat Kaget Dengar Kapolri Buat SE Ujaran Kebencian)

Pasal pencemaran nama baik ataupun penghinaan, lanjut Fadli adalah delik aduan.

"Pasal menghina atau pencemaran nama baik itu delik aduan, tidak bisa menjadi persoalan kalau tidak ada laporan. Surat edarat itu tidak boleh menjadi semacam peraturan baru, dia hanya menjadi tentang cara untuk menerapkan UU ditengah masyarakat," tegasnya.


PILIHAN:


Konflik PPP, Djan Faridz dan Romi bagai Air dan Minyak
(dam)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Bikin Malu, Setop Polemik...
Bikin Malu, Setop Polemik Bansos Antara Pemprov DKI dan Pusat
Tuai Polemik Soal Merek...
Tuai Polemik Soal Merek Dagang, Pakar Jelaskan Makna Mie Gacoan
Eri Syofiar Minta Maaf...
Eri Syofiar Minta Maaf Gunakan Akun Palsu untuk Fitnah Mulyadi
Kontroversi Alat Kontrasepsi...
Kontroversi Alat Kontrasepsi untuk Pelajar, Kemenkes Buka Suara
Berita Terkini
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved