Surat Edaran Kebencian Dinilai Kebiri Kebebasan Berpendapat

Selasa, 03 November 2015 - 09:18 WIB
Surat Edaran Kebencian...
Surat Edaran Kebencian Dinilai Kebiri Kebebasan Berpendapat
A A A
JAKARTA - Surat edaran terkait ujaran kebencian atau hate speech yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dinilai dapat mengebiri kebebasan berpendapat dan demokrasi di Indonesia.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Rahmat Bagja mengatakan, surat edaran ujaran kebencian merupakan bentuk lain dari pasal penghinaan terhadap presiden yang telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau pasal penghinaan itu dihidupkan kembali melalui surat edaran, sama saja orang tidak bisa mengkritik pemerintahan yang sedang berjalan," kata Rahmat kepada Sindonews, Selasa (3/11/2015).

Diyakini Rahmat, surat edaran yang dikeluarkan Kapolri ini bakal menciderai demokrasi. Hak menyatakan pendapat bakal dibatasi. Sehingga kata Rahmat, jalannya demokrasi di Indonesia menjadi tidak elegan dan cenderung salah.

Secara terbuka, Rahmat pun meminta Presiden Joko Widodo segera memerintahkan Kapolri segera mencabut surat edaran ujaran kebencian. Menurutnya, terbitnya surat edaran ujaran kebencian ini sama saja menghidupkan kembali semangat Orde Baru dalam mengekang hak berpendapat warga negara.

"Apa susahnya menerima kritik. Secara tak langsung surat edaran ini akan merugikan Presiden Jokowi jika tak segera dicabut," tandas Rahmat.

Pilihan:

Dialog Jokowi di Amerika Jadi Guyonan Netizen

DPR Minta Surat Edaran Hate Speech Disosialisasikan Secara Masif
(maf)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Bikin Malu, Setop Polemik...
Bikin Malu, Setop Polemik Bansos Antara Pemprov DKI dan Pusat
Tuai Polemik Soal Merek...
Tuai Polemik Soal Merek Dagang, Pakar Jelaskan Makna Mie Gacoan
Eri Syofiar Minta Maaf...
Eri Syofiar Minta Maaf Gunakan Akun Palsu untuk Fitnah Mulyadi
Skandal Impor Beras,...
Skandal Impor Beras, Politikus PDIP Ajak Perangi Bandit Pangan yang Ambil Duit Negara
Berita Terkini
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved