Menhut Nilai DPR Tak Perlu Bentuk Pansus Asap

Senin, 26 Oktober 2015 - 13:13 WIB
Menhut Nilai DPR Tak...
Menhut Nilai DPR Tak Perlu Bentuk Pansus Asap
A A A
JAKARTA - Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Menhut LH) Siti Nurbaya Bakar menilai pembentukan panitia khusus (Pansus) asap tidak perlu dilakukan. Pasalnya, saat ini pemerintah juga terus mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan asap yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

"Kalau pada dasarnya itu mekanisme internal di DPR. Tapi menurut saya enggak perlu. Kenapa? Beri kami kesempatan karena usaha yang dilakukan sudah sedang terus berlangsung," ujar Siti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2015).

Menurut Siti, pemerintah sudah bekerja secara maksimal untuk menangani bencana asap tersebut. Seperti melakukan pemadaman dan lain-lain.

"Kalau dilihat pemerintah bukan tidak ngapa-ngapain. Koordinasinya kawan-kawan bisa melihat sendiri. Upaya untuk melakukan pemadaman juga sudah berlangsung," ucap Siti.

Dia juga menjelaskan, jika dilihat hotspotnya saat ini juga sudah menurun banyak. Jika dilihat datanya, sampai dengan 24 Oktober 2015 di Riau hanya 44% dibandingkan tahun lalu.

"Dan hari ini tidak ada ya. Atau nanti kita lihat ya karena itu turun naik. Tetapi artinya terkendali. Tinggal yang di Sumsel 100%, jadi masih sama dengan periode lalu, jadi masih ditekan terus," jelasnya.

Kendati demikian, menurut Siti, jika dilihat dari gejala alam sangat kuat sekali kering dan panasnya. Sehingga jika dilihat, gejala alamnya sangat tinggi sekali dari Juli ke September.

"Kalau lihat datanya, sekarang bisa enam kali lipat. Kekuatannya enam kali lipat panasnya di Sumsel tapi sudah ditekan. Jadi karena sudah kita kurangi fire spotnya," ucapnya.

Kemudian di Kalimantan Barat (Kalbar), lanjut Siti, hotspotnya sudah 51% kemudian di Sumatera-Kalimantan 68% di seluruh Indonesia 71%. Upaya water bombing juga sudah dilakukan 90 juta liter air dan modifikasi cuaca dengan hujan buatan juga sudah dilakukan dengan 300 ton garam.

"Jadi artinya pemerintah tidak diam aja gitu, pemerintah terus berupaya, makin ke sini makin baik dengan indikator-indikator yang hotspot dan lain-lain," tandas Siti.

PILIHAN:
Polisi Akan Periksa Petinggi KY Soal Laporan Taufiqurrahman

KPK Kembali Periksa Mantan Sekjen Nasdem
(kri)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved