MK Dipastikan Terima Sengketa Pilkada Calon Tunggal

Minggu, 18 Oktober 2015 - 19:01 WIB
MK Dipastikan Terima...
MK Dipastikan Terima Sengketa Pilkada Calon Tunggal
A A A
JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) dipastikan akan menerima gugatan sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh publik yang tidak setuju terhadap pasangan calon (paslon) tunggal di tiga kabupaten.

MK pun berjanji akan menyelesaikan Peraturan MK tentang pengajuan permohonan sengketa hasil pilkada dengan calon tunggal.

Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil mengatakan, pihaknya yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil kawal pilkada sudah memberi masukan terhadap Peraturan MK tentang sengketa hasil pilkada calon tunggal, dan MK memastikan bahwa setiap warga negara memiliki legal standing.

"Berdasarkan beberapa analisa dan kajian pihaknya terhadap pihak yang mempunyai kedudukan hukum memunculkan beberapa pilihan," kata Fadil saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (18/10/2015).

Fadil menjelaskan, hasil kajiannya yakni pertama memberi hak gugat terhadap warga negara (citizen lawsuit) untuk menjadi pemohon dalam sengketa pilkada di daerah dengan calon tunggal.

Karena menurutnya, setiap pemilih mempunyai hak untuk menggugat penetapan sengketa hasil pilkada yang dilakukan oleh KPU, baik itu yang memberikan suara setuju maupun tidak setuju terhadap calon tunggal.

"Dengan pendekatan tersebut, adanya sekelompok orang yang menyatakan sikap dari awal, maka mereka bisa memiliki legal standing dalam permohonan sengketa pilkada di MK, khusus untuk daerah dengan calon tunggal," jelasnya.

Kemudian lanjut Fadil, memberikan ruang kepada pemantau pemilu yang terdaftar dan terakreditasi oleh KPU untuk dapat menjadi pemohon dalam proses sengketa hasil pilkada di MK dan ketentuan ini dikhususkan untuk daerah yang bercalon tunggal.

"Beberapa alternatif tersebut telah disampaikan oleh koalisi kepada MK," ujar Fadil.

Dan setelah MK mendengar paparan usulan tersebut menurutnya, MK memberi respons yang cukup positif yakni pertama, MK menjamin proses judicial election untuk daerah yang pilkada dengan calon tunggal.

Artinya dipastikan akan ada pemohon yang mewakili kepentingan pilihan tidak setuju bagi daerah yang pilkada dengan calon tunggal.

"Dan kedua dari proses pembahasan di internal MK yang masih berjalan, secara keseluruhan hampir sama dengan beberapa pilihan yang ditawarkan oleh koalisi," terangnya.

Selain itu dia menambahkan, MK juga menargetkan dalam minggu ini akan menyelesaikan Peraturan MK khusus untuk daerah yang melaksanakan pilkada dengan calon tunggal.

"Sehingga dalam minggu depan peraturan tersebut sudah dapat disosialisasikan kepada peserta pilkada, parpol, dan penyelenggara pilkada," tandasnya.

Pilihan:

PBB Nilai Setahun Rezim Jokowi-JK Cuma Tebar Pesona
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved