1.040 Bus Angkut Jamaah Haji ke Arafah

Kamis, 10 September 2015 - 23:32 WIB
1.040 Bus Angkut Jamaah...
1.040 Bus Angkut Jamaah Haji ke Arafah
A A A
JEDDAH - Menjelang puncak haji atau wukuf, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan rencana pemindahan 158.200 jamaah haji Indonesia dari Mekkah ke Padang Arafah.

Sebanyak 1.040 bus disiapkan untuk mengangkut jamaah dari pemondokan ke Arafah pada 8 Dzulhijjah atau pada 20 September mendatang secara bolak-balik atau teradudi.

Letak Padang Arafah berada di tenggara Masjidil Haram dengan jarak tempuh sekitar 20 km.

Sedangkan jamaah yang melakukan tarwiyah (ke Mina terlebih dahulu) akan diberangkatkan pada 7 Dzulhijjah.

“Rencananya pemberangkatan jamaah dibagi ke dalam tiga shift,” kata Kasatops Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina) Letkol Abu Haris Mutohar, Kamis (10/9/2015) waktu Arab Saudi.

Rombongan pertama diberangkatkan pada pukul 08.00 waktu Arab Saudi. Dilanjutkan, rombongan kedua yang dilepas jam 12.00, dan rombongan terakhir diangkut jam 16.00. Masing-masing bus mengangkut 50 jamaah yang mengangkut secara bolak-balik atau .

Dia menargetkan pada jam 24.00 semua jamaah sudah terangkut semua menuju ke Arafah. “Di Arafah kita menempati 52 maktab yang masing-masing maktab dilayani 20 unit bus. Untuk satu maktab berisi sekitar 3.000 jamaah,” imbuhnya.

PPIH mengerahkan sekitar 1.400 petugas nonkloter dan 1.800 petugas kloter untuk melayani semua jamaah. Abu Haris menandaskan, setiap pos dan bidang kerja sudah dipersiapkan untuk paling penting dalam prosesi haji, yakni prosesi Armina.

Sementara Kepala Bidang Perlindungan Jamaah dan Keamanan PPIH Arab Saudi, Kolonel Tri Budi Utomo menambahkan, pihaknya mengerahkan 51 personel TNI dan Polri untuk mengamankan puncak haji di Armina.

Sebelumnya, mereka bertugas di bandara, Masjid Bir Ali, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjidil Haram di Mekkah.

“Personel TNI yang dikerahkan sebanyak 29 orang, sedangkan dari Polri 22 orang,” kata kata Aspers Danjen Kopassus ini.

Tri Budi menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian Arab Saudi. Oleh karena itu, lanjut dia, jika ada jamaah yang menjadi korban tindak kejahatan selama prosesi di Armina, maka penanganannya akan mengikuti prosedur berjenjang yang sudah disusun bersama antara Indonesia dengan Arab Saudi.

Jamaah yang menjadi korban kejahatan diimbau segera melapor ke petugas perlindungan jamaah di tingkat sektor, daker, hingga kantor urusan haji (KUH).

“Setelah menerima laporan, petugas perlindungan jamaah segera menindaklanjuti laporan jamaah tersebut,” tuturnya.


PILIHAN:


Menengok Madrasah Percontohan di Arab Saudi
(dam)
Berita Terkait
Sepuluh Daerah di Indonesia...
Sepuluh Daerah di Indonesia dengan Antrean Haji Tercepat
3 Terobosan Perdana...
3 Terobosan Perdana Haji 2025: Lebih Terbuka, Terjangkau, Kompetitif
Tahun Ini Haji Akbar,...
Tahun Ini Haji Akbar, Mengapa dan Apa Alasannya?
Mengenal 3 Jenis Haji:...
Mengenal 3 Jenis Haji: Ifrad, Tamattu, dan Qiran
Indonesia Dapat Kuota...
Indonesia Dapat Kuota 221.000, Ini Jadwal dan Tahapan Penyelenggaraan Haji 2025
Jadwal Haji Hingga Puncak...
Jadwal Haji Hingga Puncak Haji Tahun 2025
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved