Rapat Konsultasi Hindari Politik Gaduh

Kamis, 06 Agustus 2015 - 02:03 WIB
Rapat Konsultasi Hindari...
Rapat Konsultasi Hindari Politik Gaduh
A A A
BOGOR - Rapat konsultasi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan para pimpinan lembaga negara kemarin di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, untuk menghindari politik gaduh.

Selain itu, rapat tersebut guna menyamakan persepsi dan visi antara pemerintah dengan lembaga negara untuk Indonesia yang berkemajuan. "Kalau ada perbedaan apapun antar-lembaga negara, atau kementerian, maka forumnya adalah rapat konsultasi," kata Ketua MPR Zulkifli Hasan di kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu 5 Agustus 2015 kemarin.

Sehingga, disepakati rapat konsultasi hari ini akan dibuat rutin, apakah dua bulan sekali atau tiga bulan sekali. "Kalau ada yang mendesak, bisa saja disegerakan," tutur Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.

Ketua DPR Setya Novanto menambahkan, ke depan rapat konsultasi itu bisa diperluas antara pimpinan lembaga negara dengan para menteri pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. "Ini bisa memberikan suatu penyelesaian masalah besar bagi kepentingan rakyat Indonesia," kata Setya di lokasi yang sama.

Sementara itu, Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Taufiequrachman Ruki mengatakan, posisi KPK dalam rapat konsultasi hari ini lebih banyak sebagai pendengar. Menurut Ruki, Presiden Jokowi menghendaki agar semua kementerian dan lembaga negara mengintegrasikan dan mensinkronkan kegiatan.

"Kita diminta saling memahami, dengan adanya keterbukaan antarlembaga disampaikan apapun," ujar Ruki. Adapun diperlukannya rapat konsultasi seperti hari ini, lanjut dia, agar menciptakan situasi nyaman untuk publik serta untuk pelaksanaan tugas pemerintahan maupun untuk investasi.

Seperti diketahui, rapat konsultasi antara Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama para pimpinan lembaga negara di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin membahas berbagai persoalan yang dihadapi belakangan ini.

Mulai dari tujuh daerah yang hanya memiliki calon tunggal di Pilkada serentak hingga pemberantasan korupsi. Selain para pimpinan lembaga negara, hadir pula para menteri kabinet kerja.
(whb)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved