Ical dan Agung Diminta Cari Formula Islah Permanen
Rabu, 29 Juli 2015 - 17:07 WIB
Ical dan Agung Diminta Cari Formula Islah Permanen
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Laksono, Priyo Budi Santoso telah bertemu dengan Ketua DPR Setya Novanto.
Dalam pertemuan tersebut, selain membahas Pilkada Serentak 2015, Priyo mengaku membahas permasalahan Golkar bersama Setya yang juga Wakil Ketua Umum Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical).
"Pertemuan tadi juga menyinggung beberapa hal yang berkaitan dengan masalah Golkar," ujar Priyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/7/2015).
Priyo meminta agar kedua belah pihak baik Ical dan Agung dapat mencari solusi terbaik untuk melakukan islah secara menyeluruh atau permanen.
"Kami sepandangan bahwa kedua belah kubu, tokoh-tokoh ini yakni Pak Ical dan Pak Agung harus mencari jalan keluar. Kita gunakan pilkada ini menjadi pintu masuk islah yang lebih pernanen," ungkapnya.
Apa lagi kata dia, sudah ada tim yang ditunjuk oleh kedua kubu yakni seperti tim pernjaringan Pilkada Serentak 2015. Menurut Priyo, tim tersebut seharusnya bukan hanya sebatas melakukan penjaringan kader untuk ikut pilkada.
Namun tim tesebut juga dipergunakan untuk kelanjutan islah yang sebelumnya telah dibentuk. "Memang tim yang ditunjuk masih memiliki banyak krtitikan, tapi segi positifnya jadikan pintu masuk agar islah dapat dikakukan secara permanen," imbuhnya.
Pilihan:
Polri Diminta Hati-hati Brimob Diberi Pelatihan Raider
Tolak Diperiksa, OC Kaligis: Lebih Baik Saya Ditembak Mati
Dalam pertemuan tersebut, selain membahas Pilkada Serentak 2015, Priyo mengaku membahas permasalahan Golkar bersama Setya yang juga Wakil Ketua Umum Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical).
"Pertemuan tadi juga menyinggung beberapa hal yang berkaitan dengan masalah Golkar," ujar Priyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/7/2015).
Priyo meminta agar kedua belah pihak baik Ical dan Agung dapat mencari solusi terbaik untuk melakukan islah secara menyeluruh atau permanen.
"Kami sepandangan bahwa kedua belah kubu, tokoh-tokoh ini yakni Pak Ical dan Pak Agung harus mencari jalan keluar. Kita gunakan pilkada ini menjadi pintu masuk islah yang lebih pernanen," ungkapnya.
Apa lagi kata dia, sudah ada tim yang ditunjuk oleh kedua kubu yakni seperti tim pernjaringan Pilkada Serentak 2015. Menurut Priyo, tim tersebut seharusnya bukan hanya sebatas melakukan penjaringan kader untuk ikut pilkada.
Namun tim tesebut juga dipergunakan untuk kelanjutan islah yang sebelumnya telah dibentuk. "Memang tim yang ditunjuk masih memiliki banyak krtitikan, tapi segi positifnya jadikan pintu masuk agar islah dapat dikakukan secara permanen," imbuhnya.
Pilihan:
Polri Diminta Hati-hati Brimob Diberi Pelatihan Raider
Tolak Diperiksa, OC Kaligis: Lebih Baik Saya Ditembak Mati
(maf)