Diikuti Satu Calon, Pilkada Tidak Perlu Diundur
Rabu, 29 Juli 2015 - 06:20 WIB
Diikuti Satu Calon, Pilkada Tidak Perlu Diundur
A
A
A
JAKARTA - Calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) dinilai tidak perlu dipersoalkan. Pemilihan kepala daerah diusulkan untuk tetap berjalan meski hanya diikuti satu pasangan calon.
Anggota Komisi II DPR Diah Pitaloka menilai calon tunggal tidak perlu dipersoalkan karena demokrasi Indonesia menganut prinsip musyawarah.
Oleh karena itu, kata dia, tidak perlu adanya pemaksaan agar ada kandidat lain. "Bila memang hanya ada calon tunggal, menurut saya tetap bisa dilakukan pemilihan daripada mengada-ada akhirnya rekayasa," tutur Diah saat dihubungi wartawan, Selasa 28 Juli 2015.
Menurut dia, pemaksaan adanya calon pasangan kepala daerah lain justru membuka peluang munculnya rekayasa. "Tidak baik untuk demokrasi," katanya.
Kendati hanya satu pasangan calon, kata Diah, proses pemilihan tetap bisa dilakukan. Pemilihan tersebut bisa untuk menguji sejauhmana elektabilitas dan popularitas kandidat.
"Misalnya Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) bisa diukur dengan adanya pemilihan. Seberapa besar kinerjanya mendapat dukungan. Untuk Risma, bagus jadi ukuran persentasi, untuk evaluasi bagus juga," katanya.
PILIHAN:
Ini Kriteria Golkar dalam Menetapkan Calon Kepala Daerah
Anggota Komisi II DPR Diah Pitaloka menilai calon tunggal tidak perlu dipersoalkan karena demokrasi Indonesia menganut prinsip musyawarah.
Oleh karena itu, kata dia, tidak perlu adanya pemaksaan agar ada kandidat lain. "Bila memang hanya ada calon tunggal, menurut saya tetap bisa dilakukan pemilihan daripada mengada-ada akhirnya rekayasa," tutur Diah saat dihubungi wartawan, Selasa 28 Juli 2015.
Menurut dia, pemaksaan adanya calon pasangan kepala daerah lain justru membuka peluang munculnya rekayasa. "Tidak baik untuk demokrasi," katanya.
Kendati hanya satu pasangan calon, kata Diah, proses pemilihan tetap bisa dilakukan. Pemilihan tersebut bisa untuk menguji sejauhmana elektabilitas dan popularitas kandidat.
"Misalnya Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) bisa diukur dengan adanya pemilihan. Seberapa besar kinerjanya mendapat dukungan. Untuk Risma, bagus jadi ukuran persentasi, untuk evaluasi bagus juga," katanya.
PILIHAN:
Ini Kriteria Golkar dalam Menetapkan Calon Kepala Daerah
(dam)