Kasum TNI Diganti Wakil Panglima

Jum'at, 26 Juni 2015 - 10:10 WIB
Kasum TNI Diganti Wakil...
Kasum TNI Diganti Wakil Panglima
A A A
JAKARTA - Mabes TNI terus mematangkan pembentukan wakil panglima TNI (wapang) sebagai bagian dari reorganisasi yang tengah berjalan di institusi tersebut.

Pembentukan wapang ini nantinya akan menghapus peran dan fungsi dari kepala staf umum (kasum). ”Iya kasum sudah tidak ada lagi. Kasum nanti dihapus, sudah tidak ada lagi jabatan kasum,” ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko seusai memberikan bantuan keramik tahap III kepada prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin.

Moeldoko menjelaskan, latar belakang Panglima TNI mengusulkan dibentuknya wakil panglima adalah karena melihat ancaman. Setelah dilakukan analisis atas perkembangan lingkungan strategis, pihaknya kemudian membuat rumusan soal ancaman ke depan yang bakal dihadapi. ”Ancaman ke depan seperti itu, maka kita harus melihat lagi organisasi kita seperti apa, perlu ada adjustment atau penyesuaian atas perubahan lingkungan itu, maka organisasi itu dilihat lagi.

Oh, perlu ada penambahan unsur-unsur komandonya. Kalau seperti itu maka Panglima TNI memerlukan wakil lagi, agar tugasnya semakin firm,” katanya. Apalagi, Panglima TNI sering kali keluar memantau keadaan para prajuritnya. Saat ini prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB jumlahnya mencapai 4.000 personel lebih. Jumlah tersebut belum termasuk prajurit yang tersebar di daerah operasi dan perbatasan.

”Sehingga Panglima harus melihat mereka, memberikan support. Panglima harus memahami kesulitan prajurit yang ada di lapangan. Kalau pada saat ditinggal ada wakil panglima maka sudah otomatis kalau terjadi sesuatu, wakil panglima akan mengambil tanggung jawab kendali operasi,” kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, saat ini organisasi TNI tidak seperti itu sehingga apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, kasum tidak dapat mengambil alih komando karena selama ini sifatnya hanya membawahi dan mengoordinasikanunsur-unsur staf para asisten. ”Jadi kalau terjadi sesuatu, dia tidak bisa mengambil alih komando,” kata dia.

Pengamat militer Chairul Fahmi menilai, penghapusan Kasum dilakukan karena akan dibentuk wakil panglima agar tidak rancu. Menurut Chairul, keberadaan wakil panglima sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, termasuk juga panglima TNI. Pasalnya, panglima tertinggi TNI sudah ada, yakni presiden. ”Wapang tidak urgen, bedanya dengan kasum cuma kewenangan memiliki komando,” paparnya.

Sucipto
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
KPK Tangkap 17 Orang...
KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Jakbar Termasuk Mantan Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Kongres Luar Biasa KOWANI...
Kongres Luar Biasa KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
KPK Kantongi Informasi...
KPK Kantongi Informasi Wamen Imipas Silmy Karim Berada di Jakarta
Prabowo Ingatkan Integritas...
Prabowo Ingatkan Integritas dan Akuntabilitas Jalankan MBG
Kejagung Usut Korupsi...
Kejagung Usut Korupsi Tata Kelola MBG, Pengamat: Bukti Nyata Nyali Pemberantasan Korupsi Tanpa Pandang Bulu
Kejagung Bakal Koordinasi...
Kejagung Bakal Koordinasi BGN soal Nasib SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana Cs
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved