Ring Satu Presiden Perlu Dievaluasi

Jum'at, 05 Juni 2015 - 09:17 WIB
Ring Satu Presiden Perlu...
Ring Satu Presiden Perlu Dievaluasi
A A A
JAKARTA - Ketidak cermatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut proklamator RI Bung Karno lahir di Kota Blitar pada peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni lalu disayangkan banyak pihak.

Presiden dinilai perlu mengevaluasi pembantunya di ring satu Istana yang menyiapkan teks pidato. ”Ketidak cermatan ini fatal, apalagidilakukanPresiden. Perlu ada evaluasi besar-besaran terhadap lingkaran satu Presiden atas kekeliruan ini,” kata Direktur Eksekutif Political Communication (Polcomm) Institute Heri Budianto di Jakarta kemarin.

Dalam pidatonya Presiden menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar, padahal sejarah mencatat sang proklamator lahir di Kota Surabaya. Akibat kekeliruan tersebut, Presiden Jokowi menjadi bahan perbincangan di media sosial (medsos). Ini untuk ketiga kalinya Presiden mendapat sorotan publik di medsos.

Sebelumnya, publik juga menyoroti Jokowi saat mengomentarilatarbelakangkeluarnya peraturan presiden (perpres) mengenai uang muka mobil pejabat. Setelah perpres tersebut diprotes keras publik, Jokowi menyalahkan pembantunya dan menyatakan bahwa dirinya tidak harus membaca semua naskah sebelum bertanda tangan.

Blunder kedua yang membuat Presiden di-bully publik di medsos adalah pidato pada acara peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyinggung soal utang RI di IMF. Pidato tersebut dikoreksi Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena menilai Indonesia sudah tidak berutang ke IMF.

Untuk diketahui, Pidato Jokowi yang disampaikan dalam rangkaian peringatan hari lahir Pancasila di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (1/6), kini sudah diunggah di situs jejaring sosial YouTube. Dalam video itu, Jokowi membacakan naskah pidato yang mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Soekarno.

”Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran proklamator kita, Bapak Bangsa kita, Bung Karno, hati saya selalu bergetar,” kata Jokowi. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, kesalahan penyebutan tempat kelahiran Bung Karno bisa jadi memang hanya kesalahan teknis, bukan karena ketidaktahuan.”Mudah-mudahan ini kepeleset lidah. Kalau memang tidak tahu, ya, kebangetan,” katanya.

Rahmat sahid
(bhr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved