Obama Sepakati Pembatasan Penyadapan NSA

Kamis, 04 Juni 2015 - 10:17 WIB
Obama Sepakati Pembatasan...
Obama Sepakati Pembatasan Penyadapan NSA
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menandatangani undang- undang (UU) yang mengakhiri kebijakan penyadapan massal terhadap seluruh rakyat.

UU Kebebasan AS itu mengakhiri kebijakan penyadapan kontroversial setelah serangan 11 September 2001. Namun, UU Kebebasan itu memiliki beberapa pembatasan baru program penyadapan. UU itu tidak memperbolehkan Badan Keamanan Nasional (NSA) menyadap seluruh metadata nomor telepon, panggilan, data penting seluruh warga AS yang tidak memiliki keterkaitan dengan terorisme.

UU tersebut mengatur penyadapan data percakapan telepon disimpan perusahaan telekomunikasi. Namun, pemerintah bisa meminta data tersebut dengan surat perintah penyidikan atau status buron. ”Sangat senang, akhirnya Senat menyepakati UU Kebebasan. Itu melindungi kebebasan sipil dan keamanan nasional kita,” kata Presiden Obama dalam status Twitter-nya sebelum dia menandatanganinya.

Obama mengecam anggota Senat yang menunda pengesahan UU Kebebasan yang bisa berdampak buruk terhadap keamanan nasional AS. ”Pemerintahan saya akan bekerja keras menjamin para profesional yang menjaga keamanan nasional mendapatkan serangkaian alat penting yang dibutuhkan untuk melindungi negara,” imbuhnya. UU Kebebasan lolos di Senat dengan suara 67 melawan 32.

Senat sepakat untuk memberi izin kepada pemerintah dalam melakukan kembali pengawasan atas data percakapan telepon, namun dengan pembatasan baru. UUtersebut merupakan kompromi antara Senat dan Presiden Obama. ”Itu peristiwa bersejarah,” ujar Senator Patrick Leahy dari Partai Demokrat yang mendukung UU Kebebasan itu. Dia menggambarkan UU itu sebagai UU penyadapan pemerintah yang pertama dalam beberapa dekade terakhir.

Berbeda dengan Senator Partai Republik yang memandang perlindungan privasi pribadi sangat penting setelah mantan kontraktor NSA Edward Snowden membongkar data kabel rahasia AS.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
Pembatasan Layanan,...
Pembatasan Layanan, KRL Hanya Beroperasi Sampai Pukul 20.00 WIB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved