Pansel Akan Jemput Bola Bidik Calon Pemimpin KPK
Senin, 01 Juni 2015 - 03:14 WIB
Pansel Akan Jemput Bola Bidik Calon Pemimpin KPK
A
A
A
JAKARTA - Panitia seleksi (Pansel) Calon pemimpin (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku, wacana perekrutan pengganti Pelaksana tugas (Plt) Taufiequrachman Ruki Cs bukan hal main-main.
Menurut Ketua Pansel KPK, Destry Damayanti, selain rutin mengundang tokoh maupun lembaga hukum guna meminta masukan dan informasi, tim yang terdiri dari sembilan srikandi ini juga mengupayakan jemput bola terhadap Capim KPK.
"Pasti (upayakan jemput bola). Berusaha ke depannya dengan mendorong putra putri yang memenuhi untuk menduduki jabatan Capim KPK," kata Destry saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jakarta, Minggu 31 Mei 2015.
Dia menerangkan, Pansel KPK memiliki cara khusus dalam proses penjemputan itu. Misalnya dari pertemuan yang mengundang banyak tokoh, kemudian memunculkan nama juga dari media.
"Caranya kita bahas dengan bertemu beberapa dengan tokoh tertentu. Mugkin ada nama nama tertentu yang dihasilkan termasuk nama dari media," ucapnya.
Ditambahkan Destry, dari nama-nama capim KPK hasil penjemputan bola diharapkan tidak jauh berbeda dengan yang secara khusus mencalonkan diri. Semua, kata dia, diharapkan dapat dengan intens menjalin hubungan yang baik dengan lembaga-lembaga hukum selain KPK.
"Itu menjadi satu hal yang mungkin kita perlu ke depankan. Ini jadi persyaratan juga bahwa pimpinan KPK ke depan harus punya kemampuan koordinasi secara baik. Selain memang kalau secara UU (Undang-undang) KPK punya fungsi koordinasi supervisi. Ini harus jalan secara seimbang," tandasnya.
Menurut Ketua Pansel KPK, Destry Damayanti, selain rutin mengundang tokoh maupun lembaga hukum guna meminta masukan dan informasi, tim yang terdiri dari sembilan srikandi ini juga mengupayakan jemput bola terhadap Capim KPK.
"Pasti (upayakan jemput bola). Berusaha ke depannya dengan mendorong putra putri yang memenuhi untuk menduduki jabatan Capim KPK," kata Destry saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jakarta, Minggu 31 Mei 2015.
Dia menerangkan, Pansel KPK memiliki cara khusus dalam proses penjemputan itu. Misalnya dari pertemuan yang mengundang banyak tokoh, kemudian memunculkan nama juga dari media.
"Caranya kita bahas dengan bertemu beberapa dengan tokoh tertentu. Mugkin ada nama nama tertentu yang dihasilkan termasuk nama dari media," ucapnya.
Ditambahkan Destry, dari nama-nama capim KPK hasil penjemputan bola diharapkan tidak jauh berbeda dengan yang secara khusus mencalonkan diri. Semua, kata dia, diharapkan dapat dengan intens menjalin hubungan yang baik dengan lembaga-lembaga hukum selain KPK.
"Itu menjadi satu hal yang mungkin kita perlu ke depankan. Ini jadi persyaratan juga bahwa pimpinan KPK ke depan harus punya kemampuan koordinasi secara baik. Selain memang kalau secara UU (Undang-undang) KPK punya fungsi koordinasi supervisi. Ini harus jalan secara seimbang," tandasnya.
(maf)