Eks Penasihat KPK Minta Tim Pansel Segera Dibentuk

Rabu, 20 Mei 2015 - 19:20 WIB
Eks Penasihat KPK Minta...
Eks Penasihat KPK Minta Tim Pansel Segera Dibentuk
A A A
JAKARTA - Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua menilai proses pembentukan tim Panitia seleksi (Pansel) Calon pemimpin (Capim) KPK berjalan lambat.

"Sudah sedikit terlambat pembentukannya (pansel KPK)," kata Abdullah saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Rabu (20/5/2015).

"Secara normal, proses seleksi sampai pelantikan adalah enam bulan. Padahal, dalam kondisi KPK yang sekarang seharusnya waktu yang diperlukan Pansel lebih dari enam bulan," imbuhnya.

Menurut dia, ada beberapa alasan kenapa tim ini belum juga bisa terbentuk. Keterlambatan ini ditengarai karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai penentu tim Pansel malah sibuk dengan hal-hal yang sifatnya protokoler. Padahal melihat kondisi KPK sekarang, penting untuk segera membentuk tim Pansel.

"Ini presiden baru yang secara siremonial sibuk dengan masalah-masalah protokol sehingga kurang memfokuskan diri pada pembentukan Pansel KPK," tutur Abdullah.

Hal ini kata Abdullah, diperparah dengan menteri-menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi yang sebagian besar berwajah baru. Termasuk, menteri yang bertugas dan fungsinya berkaitan dengan pemberantasan korupsi.

"Sebagai orang baru, mungkin mereka kurang fahaman tentang dahsyatnya korupsi dan dampak sehingga pembentukan Pansel Pimpinan KPK dianggap sama dengan pansel lain," ucapnya.

Lebih jauh Abdullah memaparkan, kondisi Presiden Jokowi yang serba salah dalam pencarian figur yang dianggap tepat dan tidak berpolemik ditengah kondisi seperti sekarang juga turut menyumbang keterlambatan pembentukan tim ini.

"Tapi daripada tambah lambat, ya segera saja dibentuk," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
KPK Tetapkan Wali Kota...
KPK Tetapkan Wali Kota Tanjungbalai sebagai Tersangka
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved