Terus Berkonflik, Golkar Bakal Terkapar di Pilkada
Selasa, 19 Mei 2015 - 15:39 WIB
Terus Berkonflik, Golkar Bakal Terkapar di Pilkada
A
A
A
JAKARTA - Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang mengabulkan gugatan Aburizal Bakrie (Ical), dinilai belum akan menyelesaikan konflik internal Partai Golkar.
Bahkan dua kubu yang tengah berseteru ini disebut-sebut masih berlari di tempat dan belum menempuh jalan damai bagi kepentingan yang lebih besar.
Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Bonie Hargens di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015).
"Partai Golkar berlari di tempat. Keputusan Menkumham terlebih dahulu memenangkan kubu Agung (Laksono). Lalu Ical menang di PTUN. Keduanya hanya menyeimbangkan skor. Tapi tidak menyelesaikan konflik," kata Bonie.
Bonie mengatakan, konflik antara dua kepengurusan Partai Golkar ini akan selesai jika sudah ada putusan hukum yang tetap dan memenangkan slah satu kubu.
Lantaran harus menunggu putusan hukum inilah, kata Bonie, Partai Golkar akan gagap menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dilakukan secara serempak pada akhir 2015.
Lebih lanjut Bonie memprediksi, perolehan suara partai berlambang pohon beringin ini dalam perhelatan pilkada akan menurun signifikan. Hal itu kata Bonie, sebagai imbas konflik internal yang berlarut-larut.
"Golkar akan gagap menghadapi pilkada. Basis suara Golkar akan terbelah dan otomatis suara akan anjlok. Sementata migran voters (pemilih yang berpindah) juga semakin tidak tertarik dengan Golkar lantaran partai ini sedang berkonflik," tandasnya.
Bahkan dua kubu yang tengah berseteru ini disebut-sebut masih berlari di tempat dan belum menempuh jalan damai bagi kepentingan yang lebih besar.
Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Bonie Hargens di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015).
"Partai Golkar berlari di tempat. Keputusan Menkumham terlebih dahulu memenangkan kubu Agung (Laksono). Lalu Ical menang di PTUN. Keduanya hanya menyeimbangkan skor. Tapi tidak menyelesaikan konflik," kata Bonie.
Bonie mengatakan, konflik antara dua kepengurusan Partai Golkar ini akan selesai jika sudah ada putusan hukum yang tetap dan memenangkan slah satu kubu.
Lantaran harus menunggu putusan hukum inilah, kata Bonie, Partai Golkar akan gagap menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dilakukan secara serempak pada akhir 2015.
Lebih lanjut Bonie memprediksi, perolehan suara partai berlambang pohon beringin ini dalam perhelatan pilkada akan menurun signifikan. Hal itu kata Bonie, sebagai imbas konflik internal yang berlarut-larut.
"Golkar akan gagap menghadapi pilkada. Basis suara Golkar akan terbelah dan otomatis suara akan anjlok. Sementata migran voters (pemilih yang berpindah) juga semakin tidak tertarik dengan Golkar lantaran partai ini sedang berkonflik," tandasnya.
(maf)