Hindari Kongres Tandingan, Ini Saran Buat Elite Demokrat
Selasa, 12 Mei 2015 - 13:51 WIB
Hindari Kongres Tandingan, Ini Saran Buat Elite Demokrat
A
A
A
JAKARTA - Rencana Kaukus Penyelamat Partai Demokrat untuk menggelar Kongres tandingan dinilai merupakan akumulasi dari kekecewaan sejumlah kader Demokrat yang diperlakukan tidak adil.
Peneliti dari Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) M Imam Nasef mengatakan, dengan adanya pemecatan sepihak dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terhadap sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tanpa alasan yang jelas dan setting tata tertib Kongres yang dinilai hanya untuk memuluskan calon tertentu, menjadi pemicu digelarnya Kongres tandingan tersebut.
"Sikap elite Demokrat dan panitia Kongres yang cenderung tidak akomodatif terhadap aspirasi sejumlah kader itulah yang jadi pemicunya," ujar Nasef ketika dihubungi Sindonews, Selasa (12/5/2015).
Menurutnya, bukan hal yang tidak mungkin Kongres tandingan akan benar-benar digelar. Pasalnya, jika Kaukus Penyelamat Partai Demokrat mendapat dukungan yang luas dan masif, Kongres tandingan diprediksi akan terlaksana.
Maka itu, Nasef menyarankan agar DPP Partai Demokrat harus mengakomodir aspirasi kadernya sendiri untuk menghindari adanya Kongres tandingan.
"Harus akomodir aspirasi kader dan sebaiknya tatib disesuaikan lagi supaya memungkinkan munculnya lebih dari satu calon agar bisa tercipta kompetisi," tandasnya.
Peneliti dari Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) M Imam Nasef mengatakan, dengan adanya pemecatan sepihak dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terhadap sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tanpa alasan yang jelas dan setting tata tertib Kongres yang dinilai hanya untuk memuluskan calon tertentu, menjadi pemicu digelarnya Kongres tandingan tersebut.
"Sikap elite Demokrat dan panitia Kongres yang cenderung tidak akomodatif terhadap aspirasi sejumlah kader itulah yang jadi pemicunya," ujar Nasef ketika dihubungi Sindonews, Selasa (12/5/2015).
Menurutnya, bukan hal yang tidak mungkin Kongres tandingan akan benar-benar digelar. Pasalnya, jika Kaukus Penyelamat Partai Demokrat mendapat dukungan yang luas dan masif, Kongres tandingan diprediksi akan terlaksana.
Maka itu, Nasef menyarankan agar DPP Partai Demokrat harus mengakomodir aspirasi kadernya sendiri untuk menghindari adanya Kongres tandingan.
"Harus akomodir aspirasi kader dan sebaiknya tatib disesuaikan lagi supaya memungkinkan munculnya lebih dari satu calon agar bisa tercipta kompetisi," tandasnya.
(kri)