Lagi, KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi Jokowi & Mega

Rabu, 30 Juli 2014 - 18:04 WIB
Lagi, KPK Diminta Usut...
Lagi, KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi Jokowi & Mega
A A A
JAKARTA - Progres '98 meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menindaklanjuti lima kasus yang diduga melibatkan Presiden terpilih versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnorputri.

Lima kasus yang beberapa waktu lalu dilaporkan Progres '98 ke KPK, di antaranya adalah kasus tiga rekening gratifikasi Jokowi. (Baca: Kasus Transjakarta, Kejagung Dalami Keterangan Ahli)

"Kemudian kasus dugaan korupsi 12,4 APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Solo, saat Jokowi selaku Wali Kota," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Progres '98 Faisal Assegaf saat melakukan aksi damai di depan Gedung KPK, jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (30/7/2014).

"Kasus Bus Trans Jakarta Jokowi senilai Rp1,5 triliun, kasus rekening Jokowi di luar negeri senilai USD 8 juta dan kasus Megawati dalam skandal Release and Discharge BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)," imbuhnya. (Baca: KPK Dinilai Tepat Gali Kasus BLBI Melalui Megawati)

Sekadar diketahui, sekira belasan massa yang mengatasnamakan dari Progres '98 melakukan aksi damai di depan Gedung KPK. Aksi itu dimulai sekitar pukul 16.00 WIB.

Selain itu, KPK didesak bersikap transparan sejauh mana kelanjutan penanganan kasus yang sudah dilaporkan ke KPK itu. Menurutnya, bentuk transparasi pihak KPK bakal memerjelas kasus yang dinilainya diduga melibatkan Jokowi dan Megawati.

"Guna memastikan bahwa perlunya penuntasan kasus yang kami adukan yang hingga kini tidak ditangani secara serius oleh KPK," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, aksi itu dilakukan sampai esok hari alias menginap di halaman depan KPK sampai 21 hari kedepan. Aksi tersebut, ujar dia, terhitung sejak Rabu 30 Juli 2014.

"Rencananya sampai 21 hari, tapi kalau masih tidak ada follow up, maka kami tetap akan menginap disini. Dulu saja waktu 98 kami menduduki Gedung DPR/MPR sampai sebulan, kami sudah biasa," tuturnya.

Seperti informasi, pihak KPK saat ini masih libur perayaan hari Idul Fitri 1435 Hijriah. Mengenai hal demikian, dia mengaku tidak memermasalahkannya. Yang penting, kata Assegaf, KPK mengetahui ada pihak yang tengah melakukan aksi.
(maf)
Berita Terkait
Polisi Rampungkan Gelar...
Polisi Rampungkan Gelar Perkara Kasus Tabrakan Maut Bus Transjakarta
Gelar Perkara Rampung,...
Gelar Perkara Rampung, Hari Ini Polisi Umumkan Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Transjakarta
Khafi Maheza Tersangka...
Khafi Maheza Tersangka Keplak Sopir Bus, PT Transjakarta: Ikuti Saja Proses Hukum
2030, Transjakarta Targetkan...
2030, Transjakarta Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Mengaspal
Lewat Apel Pramudi,...
Lewat Apel Pramudi, Transjakarta Perkuat Budaya Keselamatan
417 Bus Transjakarta...
417 Bus Transjakarta yang Terbengkalai Dilelang
Berita Terkini
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved