Respons Mabes Polri Soal Hate Speech atau Penyebar Kebencian

Senin, 02 November 2015 - 13:10 WIB
Respons Mabes Polri...
Respons Mabes Polri Soal Hate Speech atau Penyebar Kebencian
A A A
JAKARTA - Mabes Polri menjelaskan terkait surat edaran Kapolri terkait penanganan ujaran kebencian atau hate speech yang telah dikeluarkan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, surat edaran itu bertujuan untuk mengingatkan tentang tata cara berkata-kata dan berbahasa yang sesuai etika.

"Apa salah kalau imbauan, mari kita bicara lebih santun, lebih etis," kata Anton di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2015).

Nantinya polisi akan melihat penggunaan bahasa dalam dunia maya, orasi di tempat umum, maupun alat untuk menyampaikan informasi lainnya. Sehingga tidak ada penyebaran kebencian.

"Karena tidak ada satupun baik budaya, agama yang mengajarkan kebencian. Ini hanya imbauan. Mari gunakan kata-kata yang baik apa itu kira-kira sesuatu yang luar biasa," terangnya.

Anton menambahkan, kepolisian akan mengedepankan proses mediasi dalam menangani adanya pengaduan masyarakat mengenai penyebaran kebencian.

"Kita akan mencoba di langkah awal mediasi dahulu, tetapi apabila sudah merugikan, misal terjadi kebencian kolektif, kejadian konflik sosial tentu tidak. Yang ada pengaduan ya kita akan upayakan mediasi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian atau hate speech. Badrodin mengatakan, pada dasarnya SE itu bersifat normatif karena mengacu ke KUHP.

Badrodin berharap agar surat edaran itu, khususnya di daerah rawan konflik, para Pemimpin Polri di daerah tidak ragu dalam mengambil tindakan tegas terhadap para penyebar kebencian.

Di samping itu, Badrodin berharap keputusan ini mampu memberikan efek jera bagi kelompok atau individu yang aktif melontarkan pernyataan unsur kebencian dan berpotensi konflik horizontal.

Pilihan:

Politikus Golkar Ini Sujud Syukur Hadiri Silatnas
(maf)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Bikin Malu, Setop Polemik...
Bikin Malu, Setop Polemik Bansos Antara Pemprov DKI dan Pusat
Tuai Polemik Soal Merek...
Tuai Polemik Soal Merek Dagang, Pakar Jelaskan Makna Mie Gacoan
Eri Syofiar Minta Maaf...
Eri Syofiar Minta Maaf Gunakan Akun Palsu untuk Fitnah Mulyadi
Skandal Impor Beras,...
Skandal Impor Beras, Politikus PDIP Ajak Perangi Bandit Pangan yang Ambil Duit Negara
Berita Terkini
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved