alexametrics

Penghitungan Suara Pemilu 2019, KPU Tetap Gunakan Metode Manual

loading...
Penghitungan Suara Pemilu 2019, KPU Tetap Gunakan Metode Manual
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih tetap akan menggunakan metode perhitungan manual dalam penghitungan suara pada Pemilu 2019. Hal tersebut tidak terlalu bermasalah dalam hasil hitungan akhir dari KPU jika ditemukan kesalahan sistem pengamanan atau dapat diretas pada proses pemilihan.

Komisioner KPU Viryan Aziz menyampaikan, perolehan suara pada pemilu dihitung dan ditetapkan secara manual. "Poin pentingnya adalah Pemilu 2019 bukan pemilu elektronik. Pemilu 2019 adalah pemilu manual seperti pemilu sebelumnya," ucapnya, Kamis (6/12/2018).

Menurut dia, Indonesia belum bisa menggunakan sistem pemilu seperti di negara maju yang menggunakan metode elektronik dan rentan diretas. Sebab negara maju sudah mempunyai infrastruktur pendukung, sehingga mampu mengatasi hal tersebut. Tentu berbeda dengan Indonesia yang belum memiliki infrastruktur IT yang memadai.

"Itu sesuatu hal yang wajar. Dalam artian, semangat bagi kami adalah perhatian dari banyak pihak semakin tinggi pada KPU, sehingga mampu melakukan pekerjaan terbaik secara bersamaan," ungkapnya.

Jika penyampaian informasi soal penghitungan manual masih dilakukan dengan cara lama, maka pemilih milenial tidak akan tertarik. KPU akan terus mengoptimalkan layanan teknologi informasi yang ada. Peningkatan sistem keamanan juga dilakukan guna menghindari polemik di ruang publik.

"Sekarang memang semuanya serba digital. Itu dekat dengan generasi milenial. Mungkin kita butuh nama penyampaian informasi yang tepat agar kekinian," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman mengimbau peserta pemilu untuk lebih sering terjun langsung ke lapangan, salah satunya dengan melakukan pembatasan jumlah APK yang difasilitasi KPU.

Menurut dia, penting bagi peserta pemilu untuk memperbanyak metode kampanye tatap muka, supaya pemilih dapat mengenal calon wakil maupun pemimpin mereka.

Dia menilai metode kampanye tatap muka dapat mendekatkan calon dengan konstituennya. Selain itu, metode ini bisa memberi pelajaran politik kepada masyarakat. "KPU ingin metode itu (tatap muka) yang dilakukan. Bertemu konstituen, jadi tidak ada lagi konstituen milih calon tetapi dia tidak mengerti calon dia pilih," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak