alexametrics

Terobosan PDI Perjuangan, Umumkan Capres Melalui Sosmed

loading...
Terobosan PDI Perjuangan, Umumkan Capres Melalui Sosmed
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua Steering Commitee Rakernas III PDIP Sukur Nababan, dan Ketua Organizing Commitee Rakernas III I Wayan Koster. Foto/Istimewa
A+ A-
BALI - PDI Perjuangan mengakui generasi milenial menjadi inspirasi ketika mengumumkan calon Presiden Jokowi. Karenanya PDI Perjuangan melakukan terobosan dengan menggunakan media sosial.

"PDI Perjuangan menyadari bahwa telepon genggam dan sosmed sudah menjadi bagian dari alat perjuangan guna menyampaikan wajah politik yang membangun peradaban. Melihat pentingnya sosmed tersebut, maka penetapan Presiden Jokowi sebagai calon presiden periode 2019-2024 pun dilakukan dengan cara cara yang tidak jauh berbeda. Di sinilah cara dan kultur generasi milenial menjadi inspirasi," kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, disela acara Rakernas III, di Bali, Jumat (23/2/2018).

Dalam penetapan calon Presiden yang dilakukan secara spontan dan diluar perkiraan banyak orang, Ketua Umum PDI Perjuangan mengatakan: “Saya yakin Allah SWT dan doa rakyat Indonesia pasti temani perjuangan kita. Saya percaya ada Bung Karno bersama kita. Dengan ini saya nyatakan calon presiden dari PDI Perjuangan adalah Bapak Ir. Jokowido”

"Seluruh peserta Rakernas III secara spontan, penuh dengan spirit perjuangan, berdiri dan memekikkan salam Metal, wujud dari nomor unur urut 3, yang penuh dengan pesan sejarah perjuangan, bahwa PDI Perjuangan selalu bersama dengan kaum muda," ungkap Hasto

Konsistensi perhatian terhadap para pemuda juga nampak dari banyaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah dari kalangan pemuda.

 “Tercatat ada 38 kepala daerah dan wakil kepala daerah dibawah usia 40 tahun saat menjabat. Ini menunjukkan proses kaderisasi kepemimpinan yang semakin baik," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak