alexametrics

UGM Hapus Program D3, Buka Program D4

loading...
UGM Hapus Program D3, Buka Program D4
Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto saat memaparkan keunggulan sekolah vokasi saat partnership gathering sekolah vokasi UGM 2017 di Hotel Sheraton Yogyakarta, Jalan Adisutjipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (20/12/2017). Foto/SINDOnews/Priyo Set
A+ A-
SLEMAN - Program Diploma 3 (D3) dipastikan sudah tidak akan ada lagi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kepastian ini setelah UGM mengumumkan akan menghapus program tersebut pada tahun 2019 mendatang.

Sebagai pengantinya UGM akan membuka program D4. Alasan penghapusan program ini, selain untuk meningkatkan kualitas lulusan, terutama kompetensinya juga untuk menyamakan grade lulusan dengan sarjana (S1).

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto mengatakan, sebenarnya dari sisi kemampuan, lulusan D3 lebih siap bekerja dibandingkan dengan lulusan S1. Sebab D3 memang dipersiapkan untuk bekerja sesuai dengan keahliannya. Sedangkan S1 umumnya lebih pada bidang akademik. Hanya saja, saat di lapangan justru yang terserap lebih banyak lulusan S1, meski tidak berkompeten di bidang tersebut.

“Selain itu, dari sisi grade, lulusa S1 lebih tinggi dibandingkan dengan D3. Misalnya untuk ASN S1 masuk golongan IIIA, sedangkan D3 II B. Grade ini berbeda 10 tahunan. Walaupun dalam pendidikan hanya beda satu tahun,” terang Wikan saat memaparkan keunggulan sekolah vokasi saat partnership gathering sekolah vokasi UGM 2017 di Hotel Sheraton Yogyakarta, Jalan Adisutjipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (20/12/2017).

Atas kondisi ini, yang menyebabkan lulusan D3, saat bekerja tidak seperti keahliannya dan meneruskan ke jenjang S1. Padahal D3 ke S1

itu, sebenarnya tidak match. Karena D3 itu dipersiapkan untuk keahlian sedangkan S1 akademiknya.

"Ibarat nasi goreng disajikan dengan menambah kuah dan lainnya. Karena itulah, maka mulai tahun 2019 UGM menghapus program D3 dan

membuka program D4. Sehingga program D3 tahun 2018 dibuka untuk yang terakhir,” paparnya.

Menurut Wikan, pengembangan sekolah vokasi ini juga selaras dengan program Nawa Cita Jokowi, yang ingin mencetak banyak lulusan vokasi

untuk menjadikan Indonesia sejajar dengan negara maju lainnya. Yaitu masuk tujuh besar di jajaran dunia. Guna mendukung hal

tersebut, maka yang perlu dipersiapkan yakni kualitas SDM dari vokasi tersebut.

“Sekolah vokasi yang nanti kami buka, juga spesifik tidak secara global, seperti D4 Bahasa Inggris bisnis, D4 Pariwisata pengelolaan

jasa wisata. Intinya harus spesifik. Sehingga lulusannya benar-benar berkompeten di bidang tersebut,” ungkapnya.

Untuk pembukaan program D4 ini, kata Wikan, UGM juga mengandeng dengan mitra yang berkompeten di bidangnya, baik dari perbankan, otomotif dan industri lainnya. Termasuk membuka program penelusuran bibit unggul vokasi, dimana masuk UGM tidak melalui tes.

“Kami harapkan para mitra dapat memanfaatkan program ini, terutama dalam meningkatkan kualitas SDM mereka,” harapnya.

Wakil Rektor bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna ini menambahkan, pada dasarnya sekolah vokasi ini bukan hanya mempersiapkan SDM yang berkompeten di bidangnya, namun juga mempersiapkan SDM yang unggul dalam persaingan global. Terutama di bidang industri. Karena itu, perlu adanya persiapan yang matang dan perlu didukung dari semua pihak.

"Diharapkan dengan langkah ini SDM vokasi mampu memenangkan persaingan pasar kerja," tambahnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak