alexametrics

Pesan PKS ke Pendukung Anies: Jangan Terburu-buru, Nanti Banyak yang Panik

loading...
Pesan PKS ke Pendukung Anies: Jangan Terburu-buru, Nanti Banyak yang Panik
Gubernur DKI Anies Baswedan saat bertemu warga Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dorongan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju dalam Pilpres 2024 mulai muncul. Dorongan itu datang dari Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) DKI Jakarta.

Awalnya, GPMI ingin mendeklarasikan dukungan kepada Anies pada Minggu 16 Februari 2020. Namun dibatalkan karena Anies menolak.

Isu mengenai dukungan kepada Anies menjadi calon presiden (capres) pada empat tahun mendatang ditanggapi Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR Jazuli Juwaini.



Melalui akun Twitternya, Jazuli mengimbau agar tidak terburu-terburu melakukan deklarasi atau dukungan kepada Anies menjadi capres.

Dia menyarankan relawan atau pendukung Anies terus menunjukkan kinerjanya untuk Warga Jakarta.

"Sebaiknya jangan terburu-buru...Nanti banyak yang panik, tunjukkan saja terus kesuksesan-kesukseksan untuk warga jakarta yang sudah mulai nyata ini," tulis Jazuli dalam laman akun Twitternya @JazuliJuwaini, Senin (17/2/2020).

Komentar Jazuli ditanggapi beragam oleh netizen. Sebagian berpendapat dukungan kepada Anies di Pilpres 2024 terlalu dini. Netizen pun mendoakan Anies agar tetap amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Terlalu prematur dan masih banyak PR besar di Jakarta selesaikan satu persatu janji kampanye,sukses di Jakarta itu akan menjadi perhatian Nasional tetap Amannah Pak Anies Baswedan," kata pemilik akun @sumarih2. (Baca juga: Capres Potensial 2024, Wajar Anies Baswedan Diserang Bertubi-tubi)

Lain lagi dengan pemilik akun @debrite yang meminta Anies Baswedan untuk waspadai. "Waspada Bang Anies..penumpang gelap selalu bermain dua kaki," tulisnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak