alexametrics

UBL Lepas 953 Mahasiswa KKN ke 95 Titik di 6 Provinsi

loading...
UBL Lepas 953 Mahasiswa KKN ke 95 Titik di 6 Provinsi
Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta Selatan (Jaksel), akan melepas 952 mahasiswa dan mahasiswinya, untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). (Foto/Istimewa/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta Selatan (Jaksel), akan melepas 952 mahasiswa dan mahasiswinya, untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Ribuan mahasiswa/mahasiswi itu, akan diberangkatkan, pada 18-19 Januari 2019, ke 95 lokasi di 6 provinsi Indonesia, seperti Provinsi Jambi, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, dan Provinsi Banten.

Rektor UBL Prof Didik Sulistyanto mengatakan, mahasiswa yang mengikuti KKN ini berasal dari semester 5 dan 7, dan berlangsung 2 bulan.



"DKI Jakarta menjadi provinsi paling banyak yang menjadi sasaran KKN kami, karena banyak rumah dan pendapatan warganya yang tidak layak," kata Didik di Kampus Budi Luhur, Kamis (17/1/2019).

Dilanjutkan Didik, KKN hanya berlaku bagi mahasiswa S1. Tema yang diambil angkatan ke-2 dalam KKN ini adalah, untuk Mendidik Generasi Cerdas Berbudi Luhur.

"Ada beberapa tema yang diusung dalam KKN ini, pertama berkaitan dengan program bank sampah yang sudah kita mulai sejak 2012 di UBL, lalu rumah cerdas, hingga membantu masyarakat melek IT," jelasnya.

Kemudian juga menerangi 1.000 rumah warga dengan teknologi sollar sell, seperti di Karawang dan Pandeglang. Terutama di daerah terpencil yang kesulitan listrik.

"Seperti di Menes, Purwajaya, dan Sindang Jaya, Banten. Sudah ada 50 rumah yang diteriangi. Lalu ada 1.000 rumah cerdas dan berbudi luhur dan ada perpusnya. Kita sudah lakukan di Palu, dan Anyer," paparnya.

Ketua Yayasan Pendidikan UBL Kasih Hanggoro menambahkan, pihaknya sangat mendukung program KKN ini. Terutama, program perdataan Sungai Citarum.

"Program Citarum Harum ini juga menjadi program pemerintah Jokowi untuk membersihkan Sungai Citarum yang telah mendapat predikat sungai terkotor di dunia, yang ditargetkan selesai 7 tahun," paparnya.

Dalam program itu, UBL ditunjuk sebagai Koordinator sekitar 100 PTS yang berada di sepanjang Sungai Citarum, dengan tujuan dan misi yang sama melestarikan sungai.

"Luar biasa kepercayaan pemerintah kepada Universitas Budi Luhur, sehingga kami terpilih sebagaiKoordinator sekitar 100 PTS yang berada di sepanjang Sungai Citarum, untuk melestarikan sungai," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak