alexametrics

115 Profesor Kelas Dunia Pacu Inovasi RI

loading...
115 Profesor Kelas Dunia Pacu Inovasi RI
115 Profesor Kelas Dunia Pacu Inovasi RI. (Dok.SINDOphoto).
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah bekerja keras memacu budaya inovasi dan publikasi ilmiah di dunia pendidikan. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan mengundang ratusan profesor berkelas dunia dalam program World Class Professor (WCP). Mereka akan diajak berkolaborasi dengan dosen dalam negeri untuk memperkuat inovasi dan publikasi jurnal ilmiah.

Program WCP sebenarnya sudah digelar beberapa tahun belakangan. Namun tahun ini Kemenristek Dikti mengundang jauh lebih banyak profesor daripada tahun sebelumnya, yakni 115 orang. Mereka datang dari 23 negara. Pada 2016 lalu pemerintah mengundang 40 profesor diaspora, pada 2017 lalu menggandeng 84 profesor.

Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kemenristek Dikti Ali Ghu fron Mukti menjelaskan, profesor kelas dunia yang bergabung pada Program WCP kali ini tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga profesor dalam negeri yang berkelas dunia, bahkan para diaspora yang telah suk ses meniti karier di kampus terbaik dunia.



“Sehingga program ini bukan mengundang profesor asing, tetapi berkolaborasi bersama profesor kelas dunia untuk memperkuat inovasi dan publikasi,” katanya saat membuka Annual Seminar World Class Professor di Jakarta, kemarin.

Guru besar fakultas kedokteran UGM itu menjelaskan, selain publikasi, kementerian juga mendorong peningkatan jumlah sitasi, inovasi, dan hak paten. Oleh sebab itu penting bagi setiap universitas untuk terhubung dengan industri dan masyarakat. Lebih lanjut Program WCP juga diharapkan mampu menambah profesor hebat berkelas dunia asal Indonesia.

“Jumlah profesor sekarang sudah lumayan banyak dan diharapkan dengan program ini dapat memacu lektor untuk produktif sehingga bisa men jadi profesor," jelasnya. Untuk mengikuti Program WCP Ske ma A, profesor yang bersangkutan harus memiliki h-index Scopus lebih dari atau sama dengan 20.

Adapun untuk mengikuti Program WCP Skema B, profesor kelas dunia yang diundang harus memenuhi h-index Scopus lebih dari atau sama dengan 10. Peraih gelar honoris causa dari Coventry University itu menilai, artinya sebanyak 10% dari total profesor kelas dunia tersebut telah memenuhi h-index Scopus lebih dari 10.

Diketahui, h-index adalah indeks pengukuran produktivitas dan karya terbitan ilmuwan. Indeks ini didasarkan atas jumlah karya ilmiah dan jumlah sitasi dari publikasi lain. Dia mengungkapkan, pekerjaan rumah selanjutnya menambah dosen berkualifikasi S-3 yang masih 31.054 orang.

“Untuk jumlah publikasi tahun ini kita sudah nomor dua di ASEAN, di bawah Malaysia dengan 20.610 publikasi terindeks Scopus,” ungkapnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak